oleh

Korea Utara Nekat Luncurkan Beberapa Misil Sekaligus

PENANEGERI, Desk Internasional- Negara Korea Utara atau lazim disebut dengan DPRK (Democratic People’s Republic of Korea) meluncurkan beberapa uji coba rudal darat ke kapal atau ‘land-to-ship missiles’ di pantai timur pada hari Kamis (8/6), kata pihak militer Korea Selatan.

Korea Utara menembakkan empat rudal anti kapal ke arah timur laut Semenanjung Korea pada hari Kamis, menurut sumber militer AS dan Korea Selatan.

Peluncuran Misil tersebut dilakukan hari Kamis (8/6) pagi dari kota pesisir Korea Utara Wonsan, demikian jelas pihak Kantor Kepala Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Militer Korea Selatan mengatakan peluncuran tersebut tampaknya merupakan rentetan misil rudal (peluru kendali) yang diluncurkan dari pantai timur utara.

Korea Utara menembakkan beberapa rudal darat ke kapal di lepas pantai timur pada hari Kamis, kata militer Korea Selatan, sehari setelah Korea Selatan menunda penyebaran sistem rudal anti-rudal A.S (THAAD). yang dirancang untuk mencegah serangan Korea Utara.

Peluncuran dalam rangkaian uji coba rudal Korut ini menentang tekanan dunia untuk mengendalikan program senjatanya, hanya kurang dari seminggu setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan sanksi baru mengenai negara tertutup tersebut.

Baca Juga  Rudal Korea Utara Dikabarkan akan Dapat Mencapai AS

Korea Selatan pada hari Rabu (7/6) mengatakan akan menunda pemasangan komponen yang tersisa dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) atau Pertahanan Udara A.S. yang telah membuat marah sekutu utama Korea Utara, China. Penundaan ini untuk meredakan ketegangan dengan China.

Rudal Korut tersebut diluncurkan Kamis pagi dari kota pesisir Wonsan, Korea Utara, dan terbang sekitar 200 km (124 mil), kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip kantor berita Reuters (8/6).

Kepala gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa proyektil tersebut diyakini merupakan rudal jelajah dari permukaan ke kapal dan diluncurkan di dekat kota pelabuhan timur Wonsan.

Terisolasi tapi bersenjata nuklir, negara DPRK Democratic People’s Republic of Korea (Korea Utara) telah melakukan uji coba rudal hampir setiap minggu selama beberapa minggu terakhir.

“Korut menembakkan beberapa proyektil tak dikenal, yang diduga merupakan rudal darat-ke-kapal, pagi ini dari sekitar Wonsan, provinsi Gangwon,” kata militer Korea Selatan.

Pemerintah Jepang juga mengkonfirmasi peluncuran rudal tersebut, menurut kantor berita Kyodo (8/6).

“Kami belum mengkonfirmasi adanya dampak langsung terhadap keamanan negara kita, pada titik ini Kami akan terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi, dan mempertahankan tingkat siaga yang tinggi,” kata Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida.

Baca Juga  Reaksi Korut atas Sanksi yang Diberikan DK PBB

Peluncuran misil Korut tersebut segera dilaporkan ke Presiden Moon Jae-in namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Uji coba rudal tersebut – dan ancaman Pyongyang untuk melakukan uji coba nuklir keenam – telah mendorong seruan untuk memberikan sanksi berat kepada PBB dan sebuah peringatan dari Presiden AS Donald Trump bahwa intervensi militer merupakan pilihan yang dipertimbangkan.

Peluncuran tersebut terjadi kurang dari seminggu setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan sanksi baru mengenai negara tertutup tersebut, yang mengatakan akan terus melanjutkan program nuklir dan senjata tanpa penundaan.

Korea Utara telah melakukan puluhan tes rudal sejak awal tahun lalu, serta tes bom nuklir keempat dan kelima.

Dikatakan bahwa pihak Korut sedang berupaya mengembangkan ICBM-  intercontinental ballistic missile- yaitu  sistem peluru kendali dengan jarak jelajah minimal  5,500 kilometer, atau peluru kendali antar benua berhulu ledak nuklir yang mampu menjangkau daratan AS.

Kepala Badan Pertahanan Rudal AS, Wakil Laksamana James Syring, mengatakan pada hari Rabu bahwa kemajuan teknologi yang ditunjukkan oleh Korea Utara dalam program rudal balistiknya dalam enam bulan terakhir telah menyebabkan “perhatian besar”.

Baca Juga  AS : Korut Sama Saja Memohon untuk Perang

Syring mengatakan kepada persidangan Komite Angkatan Bersenjata A.S. bahwa pihaknya berkewajiban untuk menganggap bahwa Korea Utara saat ini dapat “menjangkau” Amerika Serikat dengan sebuah rudal balistik antar benua yang membawa hulu ledak nuklir.

“Saya tidak akan mengatakan bahwa kita nyaman menghadapi ancaman tersebut, saya akan mengatakan bahwa kita menangani ancaman yang kita ketahui hari ini,” kata Syring.

“Kemajuan dalam enam bulan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran besar bagi saya dan orang lain, dalam kemajuan dan demonstrasi teknologi rudal balistik dari Korea Utara. Adalah kewajiban kita untuk berasumsi bahwa Korea Utara saat ini dapat menjangkau Amerika Serikat dengan ICBM membawa hulu ledak nuklir. ” paparnya.

Tes senjata Korea Utara dianggap oleh analis dimaksudkan untuk menunjukkan kemajuan persenjataan juga program nuklir yang dimiliki Korut, juga dianggap oleh para analis sebagai cara untuk memperjelas tuntutan politiknya bagi para pemimpin di Washington dan Seoul. (*)

Komentar

Berita Terbaru