oleh

Korea Utara Nyatakan Berhasil uji ICBM

PENANEGERI, Desk Internasional- Pemerintah DPRK (Democratic People’s Republic of Korea) atau lazim dikenal sebagai negara Korea Utara mengatakan telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua pertama (Intercontinental Ballistic Missile-ICBM) di bawah pengawasan pemimpin Korut Kim Jong-un, seraya menegaskan bahwa ICBM milik Korut tersebut mampu menyerang target di manapun di seluruh dunia.

Pyongyang meluncurkan rudal balistik yang terbang selama hampir 40 menit sebelum rudal tersebut jatuh di Laut Jepang.

Peluncuran Misil ini merupakan yang terbaru dalam rangkaian uji coba dalam beberapa bulan terakhir.

Rudal Korut bernama Rudal jelajah Hwasong-14 mencapai ketinggian 2.802km dan mencapai targetnya tepat setelah terbang selama 39 menit, kata televisi pemerintah Korea Utara-KCNA.

Rudal tersebut diluncurkan dari wilayah barat negara itu ke laut lepas dari pantai timur pada hari Selasa, menurut pejabat di Korea Selatan dan Jepang.

Rudal balistik tak dikenal tersebut diluncurkan sekitar pukul 00:40 GMT dari sebuah lokasi dekat Banghyon di provinsi Pyongan Utara dan terbang sekitar 930 kilometer, turun di Laut Jepang, kata militer Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga  Korea Utara Tingkatkan Ancaman untuk Menguji Bom Hidrogen di Pasifik

Presiden Moon Jae-in mengatakan militer sedang menganalisa peluncuran dengan kemungkinan bahwa itu mungkin sebuah ICBM.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan bahwa rudal tersebut terbang selama 40 menit – waktu penerbangan yang luar biasa lama.

“Peluncuran rudal balistik ini tidak akan pernah bisa ditolerir, dan Jepang sangat memprotes ke Korea Utara dan mengutuknya,” katanya pada sebuah briefing.

Komando Militer Pasifik AS United States Pacific Command (USPACOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik jarak menengah berbasis darat.

” North American Aerospace Defense Command (NORAD) menilai peluncuran rudal dari Korea Utara tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Utara,” kata pihak USPACOM dalam sebuah pernyataan.

Peluncuran rudal Korea Utara adalah yang pertama sejak Pyongyang menembakkan beberapa rudal jelajah pada awal Juni dan hadir saat para pemimpin Amerika Serikat, China, Jepang dan Korea Selatan diperkirakan akan membahas upaya untuk mengendalikan uji coba nuklir dan rudal Korea Utara di G20 KTT di Hamburg, Jerman pada 7-8 Juli.

Baca Juga  AS Desak China Berbuat lebih Banyak untuk Kendalikan Korea Utara

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan peluncuran rudal terbaru “jelas menunjukkan ancaman yang meningkat” dari Pyongyang.

“Sekali lagi, Korea Utara mendesak maju dengan peluncuran rudal. Itu menunjukkan bahwa Pyongyang telah mengabaikan peringatan berulang-ulang dari masyarakat internasional,” kata Abe kepada wartawan.

Peluncuran ini merupakan bagian dari serangkaian uji coba dalam beberapa bulan terakhir karena Korut bekerja untuk membangun rudal berhulu ledak nuklir yang bisa sampai ke tanah AS. (*)

Komentar

Berita Terbaru