oleh

Korea Utara Setuju dialog dengan Amerika Serikat dalam ‘Kondisi yang Tepat’

PENANEGERI, Desk Internasional- Setelah ada sinyal dari Presiden Trump bahwa pihaknya bersedia berdialog dengan pihak Korea Utara dalam ‘situasi yang tepat’. Maka ajakan ini disambut oleh pihak Korea Utara, juga menyatakan terbuka untuk pembicaraan AS dalam ‘kondisi yang tepat’.

Komentar ini datang dari pejabat senior Korea Utara di tengah meningkatnya situasi ketegangan di semenanjung Korea.

Pihak Pyongyang, Korea Utara menyatakan akan berdialog dengan Pemerintahan Trump jika “kondisinya tepat”, demikian ungkap kantor berita Yonhap mengutip Choe Son Hui seorang diplomat senior Korea Utara, yang menangani hubungan dengan AS.

Choe Son Hui, direktur jenderal kementerian luar negeri Korea Utara untuk urusan AS, memberikan komentar kepada wartawan di Beijing, Sabtu.

“Kami akan berdialog jika kondisinya sudah ada,” kata Choe saat ditanya apakah Korea Utara sedang bersiap untuk mengadakan pembicaraan dengan AS.

Komentar oleh Choe, yang merupakan anggota veteran tim perunding nuklir Pyongyang, muncul di tengah upaya internasional untuk menekan Korea Utara dan mengurangi ketegangan atas pengejaran senjata nuklirnya.

Baca Juga  Korea Utara Tingkatkan Ancaman untuk Menguji Bom Hidrogen di Pasifik

Choe kembali ke Korea Utara dari Norwegia di mana dia menghadiri perundingan dengan mantan pejabat pemerintah AS, menurut media Jepang.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa setidaknya satu mantan pejabat pemerintah AS ikut dalam pertemuan tersebut namun administrasi pemerintahan Trump tidak terlibat.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Amerika Serikat tetap terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Korea Utara jika Korut “menghentikan semua aktivitas ilegal dan perilaku agresifnya di wilayah ini”.

“Kami telah jelas selama 20 tahun terakhir bahwa kami tidak mencari apa-apa selain semenanjung Korea yang stabil dan makmur secara ekonomi,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Reuters.

Pada bulan April lalu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa potensi konflik dengan Korea Utara dimungkinkan, namun dia lebih memilih hasil diplomatik.

Presiden Trump kemudian mengatakan bahwa dia akan “merasa terhormat” untuk bertemu dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un, di bawah situasi yang tepat.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan yang baru terpilih Moon Jae-in juga telah menyatakan kesediaannya untuk mengunjungi Pyongyang dalam situasi yang tepat.

Baca Juga  Rudal Jarak Jauh dipamerkan dalam Parade di Korea Utara

Sebelumnya Korea Utara telah melakukan lima uji coba nuklir untuk menentang sanksi PBB dan AS dan juga mengembangkan sistem rudal jarak jauhnya.

Perkembangan komunikasi antara pihak AS dan Korut ini menarik, karena dari sebelumnya kedua belah pihak saling lempar retorika ancaman,  bak berbalas pantun, kini ada inisiatif untuk saling lempar pernyataan bernada ingin berdialog secara diplomatik. (*)

Komentar

Berita Terbaru