oleh

Korea Utara Siap pada Kemungkinan Serangan AS

PENANEGERI, Desk intrernasional- Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara mengatakan Pyongyang ‘sepenuhnya siap’ untuk kemungkinan serangan Amerika.

Wakil Menteri Luar Negeri Han Song-ryol mengatakan kepada Associated Press bahwa Korea Utara telah mengubah strategi militer dua tahun lalu serta meningkatkan pelatihan untuk menekankan tindakan pre-emptive.

“Apa pun yang datang dari AS, kami akan mengatasinya. Kami sepenuhnya siap untuk menanganinya.” tegas Wamenlu Korut ini (13/4).

Dia juga menyatakan Korea Utara akan terus membangun senjata nuklir dalam “kualitas dan kuantitas”.

Beberapa kali pihak Korea Utara mengatakan tidak takut atas serangan militer AS, dan siap perang jika serangan Amerika Serikat tejadi.

Sementara itu pemerintah Tiongkok terus berusaha menengahi konflik.

Pemerintah Tiongkok mengatakan pada hari Jumat bahwa ketegangan di semenanjung Korea harus dihentikan sebelum mencapai puncak.

Tiongkok memang telah memperingatkan bahwa ketegangan di Semenanjung Korea bisa terlepas dari kontrol.

“Amerika Serikat dan Korea Selatan dan Korea Utara sedang terlibat dalam gayung bersambut, dengan pedang saling terhunus dan busur membungkuk, inilah ketika awan badai berkumpul,” kata menteri luar negeri China, Wang Yi, mengatakan di Beijing, seperti dikatakan kantor berita Xinhua, (14/4).

Baca Juga  Korea Utara Nyatakan Berhasil uji ICBM

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak AS dan Korea Utara untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah situasi di semenanjung Korea menjadi “rute yang ireversibel”, atau jalan yang tak bisa ditarik lagi.

Dia mengatakan: “Kami menyeru semua pihak untuk menahan diri dari memprovokasi dan mengancam satu sama lain, baik dalam kata-kata atau tindakan, dan tidak membiarkan situasi sampai ke tahap ireversibel dan tidak terkendali,” demkian tegas Menter Luar Negeri Tiongkok seperti dilansir Xinhua, kantor berita resmi China.

“Jika perang terjadi, hasilnya adalah situasi di mana semua orang kehilangan (kalah) dan tidak ada pemenang. Hal ini bukanlah  retorika tinju yang lebih besar yang akan menang.” ujarnya

“Jika mereka membiarkan perang pecah di semenanjung Korea, mereka harus menanggung kesalahan sejarah dan membayar harga yang sesuai untuk ini,” tukas Wang. (*)

Komentar

Berita Terbaru