oleh

KPK Akan Periksa lagi Anggota DPRD Kota Malang, selain Ketua DPRD Kota Malang

PENANEGERI, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi-KPK menetapkan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono sebagai tersangka dalam dua kasus, yakni terkait pembahasan APBD Perubahan dan pembangunan jembatan Kedungkandang, Malang.

“KPK meningkatkan dari penyelidikan ke penyidikan terhadap perkara tindak pidana korupsi yang terjadi di Malang. Yang pertama tersangka MAW (Moch Arief Wicaksono), Ketua DPRD Kota Malang periode 2014-2019,” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).

“Yang bersangkutan diduga menerima hadiah atau janji dari JES (Djarot Edy Sulistiyono), Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Pemerintah Kota Malang pada 2015 terkait pembahasan APBD perubahan Pemerintah Malang tahun anggaran 2015,” imbuh Febri.

Arief Wicaksono ditetapkan sebagai tersangka penerima. Ia diduga menerima Rp 700 juta dari Djarot Edy.

Sementara itu, dalam perkara kedua, Arief selaku Ketua DPRD Malang terseret kasus pembangunan Jembatan Kedungkandang.

“Perkara yang kedua, MAW (Moch Arief Wicaksono), Ketua DPRD Kota Malang periode 2014-2019, diduga menerima hadiah atau janji dari HM (Hendarwan Maruszaman). HM adalah Komisaris PT EMK, terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD Pemkot Malang tahun anggaran 2016 pada 2015,” terang Febri.

Baca Juga  Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari Belanja 40 Tas Mewah

“Dalam perkara kedua ini, MAW diduga menerima Rp 250 juta dengan nilai proyek Rp 98 miliar, yang dikerjakan multiyears tahun 2016-2018,” ungkap Febri.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga akan memeriksa lagi anggota DPRD Kota Malang lainnya.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menagatakan KPK akan memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang dinilai mengetahui atau mendengar kasus ini. Termasuk para anggota legislatif di Malang.

“Apa semua anggota legislatif akan dipanggil? Tentu itu penyidik yang mendalami. Penyidik akan memanggil saksi-saksi unsur dari Legislatif (semua anggota DPRD Maang) yang berkaitan dengan kasus ini, akan dipanggil,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8).

Meski demikian, Febri masih enggan membeberkan anggota DPRD Malang yang bakal lebih dulu dipanggil dan diperiksa penyidik. Hal ini lantaran pemanggilan dan pemeriksaan saksi merupakan kewenangan penyidik. Yang pasti, Jubir KPK Febri mengatakan, pemeriksaan terhadap para saksi kasus ini akan dimulai pekan depan.

“Mulai minggu depan akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi,” pungkas Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (*)

Komentar

Berita Terbaru