oleh

KPK Datangi ke Rumah Setya Novanto Malam-malam

PENANEGERI, Jakarta – Aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kediaman Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Nomor 19 Jakarta Selatan. Sebanyak enam personel petugas KPK itu tiba di rumah Setya Novanto sekitar pukul 21.38 WIB malam.

Mereka pun langsung memasuki kediaman Setnov di rumah pribadinya, di Jalan Wijaya XIII No 19 RT 03/03, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11) malam.

Atas kedatangan para aparat KPK di rumah Setnov ini para wartawan pun ramai meliput di rumah Setnov hingga pukul 22:00 WIB malam.

Namun tidak pasti Setnov akan di jemput oleh KPK malam ini.

Setya Novanto pada Rabu (15/11) hari ini memang tidak hadir ke KPK untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

“Yang pasti hari ini kan baru panggilan pertama sebagai tersangka. Sebelumnya kami panggil tiga kali dalam kapasitas sebagai saksi ASS (Anang Sugiana), panggilan itu dijawab dengan surat,” ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca Juga  Anggota DPR Miryam Haryani jadi Buronan KPK

Febri menuturkan, panggilan paksa memang dimungkinkan, dan opsi itu disediakan dalam undang-undang. Kapan hal itu dilakukan, menurut Febri perlu pembahasan lebih lanjut.

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi kemudian mendadak mendatangi rumah Setya Novanto Rabu malam (15/11) pukul 21:30 WIB.

Terlihat sejumlah personel Brimob berjaga di depan rumah Setya Novanto. Selain itu terlihat pula ada tiga anggota Brimob yang juga berjaga di depan pintu masuk rumah.

Tercatat sudah empat kali Setnov tidak memenuhi panggilan dari penyidik KPK, tiga kali tak hadir sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, dan sekali tidak hadir memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka.

Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP untuk kedua kalinya oleh KPK berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) tertanggal 31 Oktober 2017.

Ketidakhadiran Setya Novanto memenuhi panggilan KPK tersebut diakui oleh kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi SH.

Menurut Fredrich SH, perihal ketidakhadiran Setnov dalam pemeriksaan perdananya sebagai tersangka telah dilayangkan secara resmi. Dirinya pagi tadi sudah menyerahkan surat ketidakhadiran Ketua DPR RI dalam pemeriksaan kepada Direktur Penyidikan KPK.

Baca Juga  OTT di Banjarmasin, KPK Tangkap Ketua DPRD dan Dirut PDAM

“Tidak hadir dan resmi sudah melayangkan surat ke Dirdik KPK,” ujar Fredrich pada wartawan hari Rabu (15/11).

Menurut Fredrich SH pengacara Setnov, Setnov tidak akan memenuhi panggilan pemeriksaan sebelum KPK mendapatkan izin tertulis dari Presiden RI. Dia juga mengharapkan KPK sebagai lembaga hukum tentunya harus patuh terhadap Undang-undang.

Mengenai kemungkinan pemanggilan paksa hingga penjemputan dan penahanan, Fredrich SH menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, “NKRI negara hukum,” tandasnya.

Sebelumnya, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan hingga saat ini belum ada rencana untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap Ketua Umum Partai Golkar itu. Penyidik kata dia, masih fokus dengan pemeriksaan saksi-saksi kasus KTP-el.

“Terkait panggil paksa sejauh ini belum memiliki rencana itu, karena KPK masih fokus pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” kata Febri.

Begitupun terkait dengan penahanan Setnov, Febri mengaku penyidik masih belum membicarakan hal tersebut. Apakah nantinya Setnov akan langsung ditahan usai pemeriksaan atau tidak.

“Kita belum bicara tentang penahanan juga karena agendanya pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka,” jelas juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan. (*)

Komentar

Berita Terbaru