oleh

KRI Sigurot Tangkap Kapal ‘Sunrise Glory’ yang Diduga Bawa Muatan Sabu

PENANEGERI, Jakarta – Kronologis Penangkapan kapal Sunrise Glory yang diamankan oleh KRI Sigurot bermula ketika kapal Sunrise Glory itu melintas di perairan Selat Philips pada kordinat 01.08.722 U/103.48.022 T, dan  melintas masuk perairan Indonesia.

Saat itu KRI Sigurot-864 sedang melaksanakan patroli di perairan Selat Singapura, kemudian segera mendeteksi adanya kapal nelayan berbendera Singapura yang melintas di luar jalur pelayaran, memasuki wilayah RI.

Kemudian KRI Sigurot dengan tangkas segera mengejar dan mengamankan kapal Sunrise Glory tersebut.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen kapal dan ABK, ternyata ditemukan bahwa dokumen tersebut diduga adalah palsu.

Selanjutnya kapal Sunrise Glory beserta ABK (anak buah kapal) dibawa menuju dermaga Batu Ampar, Batam, pada hari kamis (8/2) sekitar pukul 16.00 WIB, petugas KRI menyerahkan kapal Sunrise Glory kepada pihak Lanal Batam.

Hari Jumat (9/2) pukul 15.00 WIB Kapal Sunrise Glory di pindahkan dari dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam, dan selanjutnya dilaksanakan pengecekan terhadap ABK Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV, Lanal Batam, BNN RI dan Bea Cukai.

Baca Juga  TNI AL Berhasil Tangkap Jaringan Perompak Kapal

Selanjutnya, pukul 18.00 WIB, petugas berhasil menemukan barang bukti yang diduga kuat adalah Narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 41 karung beras dengan perkiraan seberat 1000 kg. Sabu tersebut ditemukan di atas tumpukan beras dalam palka bahan makanan.

Diketahui, bahwa kapal Sunrise Glory yang merupakan kapal ikan bendera Singapura itu terdapat 4 orang ABK berkewarganegaraan Taiwan.

Dokumen yang dibawa kapal tersebut juga hanya foto copy. Tidak ada dokumen asli. Kapal tersebut diduga sebagai “Phantom Ship” karena berbendera ganda. Saat ditangkap berbendera Singapore. Diduga kapal ini pernah menjadi Target Operasi (TO) karena diduga membawa narkoba atau barang selundupan.

Komanda KRI Sigurot 864, Mayor TNI AL Arizzona ketika ditemui wartawan di dermaga Makobar Batuampar, Batam, Kepulauan Riau mengatakan, bahwa kapal  Sunrise Glory tersebut diamankan sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (7/2) di perairan Selat Phillip perbatasan antara Singapura dan Batam.

Proses penangkapan berawal saat KRI Sigurot-864 sedang patroli di perairan Selat Singapura. Petugas kemudian mendeteksi adanya kapal nelayan berbendera Singapura melintas di luar jalur pelayaran dan memasuki wilayah perairan Indonesia.

Baca Juga  TNI AL Berhasil Tangkap Jaringan Perompak Kapal

“Atas dasar kecurigaan itu, kami melakukan prosedur pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) serta peran pemeriksaan,” tutur Mayor TNI AL Arizzona, Kamis (8/2) sore. (*)

Komentar

Berita Terbaru