oleh

Serangan Bom Bunuh Diri di dekat Masjid Syiah di Kabul, 5 Orang Tewas

PENANEGERI, Desk Internasional- Pembom bunuh diri yang menyamar sebagai penggembala domba meledakkan bahan peledak yang dibawanya di dekat masjid Hussainia di Kabul, ibukota Afghanistan, Jumat (29/9).

Pejabat berwenang di Kabul menyatakan sedikitnya lima warga sipil tewas pada hari Jumat (29/9), ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat sebuah masjid Syiah ‘Hussainia’ di ibukota Afghanistan, Kabul.

Sebanyak 19 orang lainnya luka-luka dalam serangan di dekat masjid Hussainia yang terjadi hari Jumat kemarin, persis dua hari sebelum Hari Ashura, sebagai perayaan tersuci dalam kalender keagamaan Syiah.

Pejabat polisi Afghanistan Sadiq Muradi mengatakan polisi sempat mencegat pembom bunuh diri tersebut saat pelaku melewati sebuah pos pemeriksaan di dekat lokasi masjid, kemudian meminta pelaku untuk berhenti. Saat itulah penyerang itu  menyulut bahan peledaknya, dan meledakkan dirinya sendiri.

“Pembom itu sedang menggembala sekawanan domba merumput, dan sebelum mencapai sasarannya, dia meledakkan dirinya sejauh 140 meter dari masjid Hussainia,” jelas Jenderal Salim Almas, direktur investigasi kriminal Kabul, mengatakan kepada kantor berita AFP.

Baca Juga  Afghanistan : ISIS Klaim Serangan Bom di Kabul

Najibullah Danish, juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan, mengatakan bahwa semua korban adalah warga sipil.

Rumah Sakit Darurat Kabul memposting tweet bahwa mereka telah menerima 19 orang korban yang terluka, termasuk empat orang anak.

Negara Islam Irak dan kelompok Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah komunike (pemberitahuan), kata kelompok pemantau ‘SITE’ (Search for International Terrorist Entities -SITE).

Atas serangan ini, Taliban dengan cepat menyatakan bahwa Taliban tidak terlibat persitiwa pemboman tersebut.

“Serangan hari ini di Kabul tidak ada hubungannya dengan kita. Setelah melakukan penyelidikan menyeluruh, kami menemukan bahwa kami tidak memiliki operasi di Kabul, dan serangan ini tidak terkait dengan kami,” kata Zabihullah Mujahid, seorang juru bicara Taliban, Jumat (29/9), seperti dikutip Kantor Berita Al Jazeera.

Ada kekhawatiran bahwa para militan di Afgjanistan akan menyerang saat kaum Syiah bersiap untuk menyambut dan memperingati hari Ashura.

Perayaan tersebut jatuh pada hari ke 10 bulan Muharram kalender Islam. (*)

Komentar

Berita Terbaru