oleh

Lelaki yang Coba Terobos masuk Istana Diamankan dan Diperiksa Kondisi Kejiwaaannya

PENANEGERI, Jakarta – Seorang pria berinisial IR alias Ivon Rekso, alias Muhammad Khalifah (44 tahun) diamankan petugas keamanan saat berupaya hendak masuk ke Istana Kepresidenan dengan menerobos pasukan pengamanan yang berjaga-jaga di sekitar Istana pukul 10.25 WIB, Senin (18/12).

IR langsung diamankan pasukan pengamanan Presiden (Paspampres).

Dalam keterangan persnya, atas kejadian ini, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/12) mengatakan pria tersebut bernama Ivon Rekso alias Muhammad Khalifah.

Pelaku berusia 44 tahun dan diketahui warga Bekasi Timur, Jawa Barat.

“Identitasnya Ivon Rekso alias Muhammad Khalifah. Umur 44 (tahun), dari Bekasi Timur,” ujar Kombes Martinus.

Belakangan diketahui, pria tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.

Kabag Penum Divhumas Mabes Polri mengatakan bahwa Ivon nekat menerobos masuk Istana Kepresidenan karena ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

“Dia bilang mau ketemu, mau masuk istana untuk bertemu Pak Jokowi,” kata Martinus di Kompleks Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/12).

Lebih lanjut, Kombes Martinus menuturkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan terkait kondisi kesehatannya. Hal itu dilakukan karena saat dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan tak sesuai menjawab sebuah pertanyaan yang diajukan olehnya.

“Lagi diperiksa kesehatannya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Hasil pemeriksaannya menunjukkan ke inkonsistenan. Di tanya A jawabnya B. Di tanya B di jawab C. Tentu harus didalami kesehatannya. Yang menangani itu Direktorat Cyber,” ujarnya.

Namun apabila ternyata setelah diperiksa kondisi kesehatan yang bersangkutan tak mengalami gangguan kejiwaan atau tak ada masalah, maka Ivon akan dikenakan beberapa pasal atau pasal berlapis.

Hal ini karena petugas keamanan menemukan sejumlah muatan pesan bernada ancaman di smart phone lelaki yang hendak menerobos masuk Istana itu.

“Banyak pasal yang bisa dijerat ke dia. Pasal 207 bisa, pasal 45 juncto ayat 27 mendistribusikan yang memuat pelanggaran susila. Pasal 45 b juncto 29 berisi ancaman kekerasan itu bisa. 336 mengancam dengan kekerasan terhadap orang atau benda secara terang-terangan,” ujar Kombes Martinus.

Namun, jika memang dokter menyatakan bahwa kondisi kesehatan Ivon mengalami gangguan kesehatan, maka polisi tak bisa meneruskan kasus tersebut karena yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan.(*)

Komentar

Berita Terbaru