oleh

Linglung, Seorang Pria Siram Karpet Masjid Kubah Mas dengan Air Seni

PENANEGERI, Depok – Seorang pria berinisial SL alias Suherman Lias (34 tahun) asal Kota Depok, Jawa Barat, babak belur dihajar massa yang memergoki ulahnya menyiram karpet masjid Kubah Mas, Depok dengan air seni, Jumat, 22 Desember 2017.

Kejadian ini terjadi di kawasan Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas di Kecamatan Limo Kota Depok.

Kapolsek Limo AKP Muhammad Iskandar membenarkan adanya penyiraman air seni (air kencing) ke karpet yang ada di dalam Masjid Kubah Mas, Depok, pada Jumat (22/12) sekira pukul 09.30 WIB.

“Pelaku seorang pria dan sudah diamankan. Pelaku melakukan penyiraman air seni ke karpet yang ada di dalam Masjid Kubah Mas,” kata AKP Iskandar, Jumat (22/12).

Menurut Iskandar, informasi yang diperoleh identitas kartu tanda penduduk (KTP) pelaku bernama Suherman Lias (34 tahun), beralamat Jalan Kedoya Raya Nomor 21B, RT 03, RW 03, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Pelaku berbicara seperti orang stres dan mengaku sangat kecewa dengan Tuhan karena diberi kehidupan yang susah. Pelaku mengaku sudah dua kali menyiram air bau ke karpet Masjid Kubah Mas dan melakukan juga ke tempat ibadah lainnya,” jelas AKP Iskandar.

Pelaku sempat diamuk massa. Akibatnya, pelaku mengalami luka memar di sekujur tubuh dan wajahnya. Pelaku lantas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kasusnya ditangani Polsek Limo, Depok.

Dari pengakuan, pelaku pernah melakukan hal yang sama di Masjid Kubah Emas, setahun yang lalu.

“Selain di masjid pelaku juga pernah menyemprotkan hal yang sama di tempat ibadah lain. Alasan pelaku melakukan hal tersebut adalah karena pelaku kecewa dengan Tuhannya, karena selalu diberikan kesusahan,” kata AKP Iskandar kepada wartawan.

Massa yang melihat ulahnya pun langsung mengamuk dan memukuli SL sampai babak belur. Beruntung, kepolisian segera datang dan mengamankan SL.

“Saat ini (SL) masih dalam proses pemeriksaan,” kata Kapolsek Limo Depok Ajun Komisaris Polisi Iskandar.

Dari pemeriksaan sementara, pelaku masih belum bisa dipastikan keterangannya. Lantaran ia kerap berubah-ubah. Sedangkan dari pengakuan keluarga, SL diketahui sejak enam bulan terakhir memang kerap berperilaku aneh.

Menurut Iskandar dari keterangan keluarga korban, diduga kuat pelaku mengalami stres karena tekanan ekonomi.

“Kami akan pastikan dan periksa kondisi kejiwaannya,” lanjut AKP Iskandar.

“Kata keluarganya sejak ibunya meninggal dia berkelakuan aneh. Salah satunya ya itu, buang air kecil sembarangan. Saat ini kasusnya sedang kita dalami,” ujarnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru