oleh

Luka Parah, Korban Perampasan Senjata Api dan Penganiayaan di Paniai

PENANEGERI, Paniai, Jayapura – Pada hari Senin tanggal 06 Agustus 2018 pukul 10.45 WIT bertempat di Kampung Kinou Distrik Wegemuka Kabupaten Paniai telah terjadi penghadangan dan perampasan senjata organik TNI oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata yang berjumlah sekira 30 orang.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi Pena Negeri, hari Senin (6/8),  gerombolan KKSB yang jumlahnya tiga puluh orang itu bersenjatakan senjata campuran berjumlah sekira 30 pucuk, melakukan tindakan kriminal terhadap 21 orang Tim Survey PLN Papua Terang pimpinan Serma Alfius Gobay yang terdiri dari 9 orang aparat keamanan TNI (4 orang anggota Timsus RK 753/AVT, 3 orang anggota Koramil 1705-02/Enarotali, 2 orang anggota Kodim 1705/Paniai) dan 7 orang Tim Survey PLN, yang mengakibatkan 5 orang anggota TNI mengalami luka-luka cukup parah dan 4 pucuk senjata organik (3 pucuk SS.1 dan 1 pucuk FN) dirampas dan dibawa kabur oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Korban Luka dari aparat keamanan korban kebiadaban gerombolan KKSB
Korban Luka dari aparat keamanan korban kebiadaban gerombolan KKSB

Akibat kejadian tindak kriminal oleh KKSB ini jatuh korban luka-luka 5 orang anggota aparat keamanan yang mengalami luka-luka, masing-masing yakni korban luka bernama Serma Alfius Gobay, NRP 3196460040373, Ba TUUD Koramil 1705-02/Enarotali yang mengalami luka bibir pecah akibat terkena pukulan dengan popor senjata, juga mengalami memar di punggung, memar pada tangan kanan dan memar di belakang telinga kanan akibat pukulan benda tumpul.

Korban luka bernama Sertu Yauji, NRP 31990610720278, anggota Unit Inteldim 1705/PN mengalami luka memar di bagian punggung sebelah kiri, lengan sebelah kiri dan telinga kiri terkena pukulan benda tumpul.

Kemudian jatuh pula korban luka akibat penganiayaan KKSB yakni Sertu Hardi, NRP 21090167700690, anggota Humas Kodim 1705/Paniai yang mengalami luka lebam di rusuk kanan, telinga kanan luka dalam, dan telapak tangan kanan dan kepala bagian atas memar akibat terkena pukulan benda tumpul.

Korban luka yang bernama Kopda Karyadi, NRP 31050397661184, anggota Timsus Satgas Yonif 753/AVT mengalami luka robek pada bagian diatas pelipis kanan terkena kampak dan robek kaki kanan depan akibat terkena parang, dilarikan ke RSUD Paniai untuk menjalani penanganan medis.

Korban luka bernama Prada Irfandi, NRP 311550261341294, anggota Timsus Satgas Yonif 753/AVT mengalami luka robek pada kepala bagian belakang terkena kampak, dilarikan ke RSUD Paniai untuk menjalani penanganan medis.

Dalam peristiwa penghadangan ini, KKSB juga melakukan tindakan kriminalitas berupa merampas barang senjata api milik aparat TNI berupa  1 pucuk Senjata SS1 V3 indeks Serma Alfius Gobay, dibawa lari oleh gerombolan KKSB tak bertanggung jawab itu, kemudian terdapat  2 pucuk Senjata SS2 V4 indeks Kopda Karyadi dan Prada Irfandi dibawa kabur oleh gerombolan KKSB (kelompok kriminal separatis bersenjata).

Helm aparat yang menunjukkan bercak darah luka-luka aparat pemakainya

Juga 1 pucuk Pistol P1 Pindad indeks Sertu Hardi dibawa lari oleh gerombolan KKSB.

Adapun munisi SS2 sebanyak 50 butir, munisi Pistol P1 Pindad sebanyak 10 butir, Magasen sebanyak 3 buah, Magasen Pistol P1 Pindad sebanyak 1 buah.

Tidak hanya senjata yang dibawa kabur KKSB, bahkan helm milik aparat sebanyak 1 buah pun juga turut dibawa kabur oleh KKSB.

Kejadiannya, dalam saat situasi terkepung oleh puluhan gerombolan KKSB, aparat TNI saat itu berupaya menyelamatkan dan melindungi warga sipil yang ada, Serma Alpius Gobay memerintahkan anggota aparat keamanan untuk tidak membuka tembakan guna menghindari terjadinya korban di pihak warga sipil yang ada.

Ketika dikepung oleh sebanyak tiga puluh orang gerombolan KKSB, sebagai aparat keamanan Serma Alpius Gobay masih berupaya melindungi warga sipil yang ada, serta menerangkan bahwa Tim Survei ini sedang bekerja untuk Papua Terang, mengupayakan listrik bagi masyarakat, namun Serma Alpius Gobay langsung saja dianiaya menggunakan popor senjata laras panjang oleh salah seorang anggota gerombolan  KKSB tersebut.

Sedangkan beberapa gerombolan KKSB yang jumlahnya sekitar tiga puluhan itu ada  yang mengeluarkan tembakan ke atas dan ke bawah, dan membacok anggota aparat TNI, serta merebut senjata milik anggota aparat kemanan serta merampas barang bawaan milik anggota Tim Survey Papua Terang.

Setelah aksi perampasan tersebut selesai, gerombolan KKSB kabur melarikan diri.

Selanjutnya aparat bantuan serta warga datang guna memberikan pertolongan dan mengevakuasi aparat TNI yang menjadi korban tindakan kriminalitas oleh KKSB itu. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru