oleh

Masjid Agung Al-Nuri pertahanan Terakhir ISIS di Mosul

PENANEGERI, Desk Internasional – Militan kelompok teror ISIS sudah sangat terdesak posisinya di Kota Mosul, Irak.

Untuk persiapan pertahanan terakhir militan yang kerap menggunakan taktik teror ini, maka para petempur ISIL/ISIS telah menutup jalan-jalan di sekitar Masjid Agung al-Nuri kota Mosul, dalam persiapan untuk pertarungan habis-habisan terakhir dalam pertempuran melawan pasukan Irak.

ISIS mulai mempersiapkan diri untuk habis-habisan bertempur di Mosul sebagai markas besar terakhir mereka di negara Irak tersebut.

Puluhan milisi ISIS/ ISIL terlihat oleh warga telah mengambil posisi dalam 48 jam terakhir di sekitar masjid agung Al-Nuri yang dibangun abad pertengahan, masjid ini pula tempat pemimpin ISIL Abu Bakr al-Baghdadi mengumumkan kekhalifahan pada bulan Juli 2014 silam.

“Petempur Daesh (ISIS) tahu bahwa masjid adalah target yang paling penting dan mereka bersiap untuk pertempuran besar di sana,” kata Hisyam al-Hashemi, penasehat sejumlah negara timur tengah untuk masalah ISIS seperti diikutip kantor berita Al-jazeera (1/6).

Sumber-sumber militer mengatakan langkah petempur ISIL ditujukan untuk mencegah penyusupan  pasukan Irak, yang menutup masuk kantong-kantong wilayah yang tersisa yang dimiliki oleh kelompok bersenjata tersebut.

Baca Juga  Waspadai ISIS 2.0

Sementara di Suriah, pasukan Kurdi yang didukung oleh serangan udara AS mengepung pasukan ISIL/ISIS di kota Raqqa, ibukota de facto ISIS di negara tersebut.

Sampai 200.000 orang masih hidup dalam kondisi mengerikan di balik garis ISIL di Mosul, kehabisan makanan, air dan obat-obatan.

Warga sipil yang melarikan diri dari pertempuran tersebut mengatakan kepada Al Jazeera tentang kondisi mengerikan yang mereka alami.

Lelah dan panik, warga sipil Mosul hidup kondisi kelaparan dengan keterbatasan akses air

Seorang pria yang melarikan diri mengatakan bahwa selama bulan puasa Ramadhan, yang saat ini sedang berlangsung, dia telah bertahan dengan tepung dan air.

Seorang wanita tua mengatakan bahwa mereka diperlakukan sebagai tahanan dan tidak memiliki makanan atau air.

Pasukan Irak melancarkan operasi besar yang didukung Amerika Serikat untuk merebut kembali Mosul sejak Oktober tahun 2016 lalu, berjuang menuju kota dan merebut kembali sisi timurnya sebelum mengarahkan pandangan mereka ke wilayah barat yang lebih kecil namun lebih padat penduduknya.

Baca Juga  Ranjau ditebar ISIS, Targetkan Warga sipil yang Kembali ke Mosul

Pertarungan tersebut telah memakan korban jiwa yang berat, mendorong ratusan ribu orang untuk melarikan diri, sementara ratusan lainnya telah terbunuh atau terluka.

Masjid Agung al-Nuri telah menjadi fokus simbolis dari pertempuran besar yang menanti, juga para komandan Irak secara pribadi mengatakan bahwa mereka berharap dapat merebut masjid tua ini selama bulan Ramadhan.

Tapi pertempuran di dalam atau di dekat masjid akan membuat bangunan dan menara masjid yang terkenal beresiko hancur, kata para ahli.

Masjid tua Al Nuri di Mosul ini terkenal dengan menara masjid yang sudah agak miring saking kunonya.

Serangan Mosul telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan saat ISIL bertempur di tengah masyarakat sipil dan menggunakannya sebagai tameng manusia.

Pasukan pemerintah Irak  telah menyebarkan selebaran di distrik-distrik untuk menyuruh warga  menghindari pertempuran, namun intensitas pertempuran telah mencegah orang untuk melarikan diri.

Sedangkan ISIL/ISIS terus melawan dengan taktik teror serangan bom bunuh diri dengan mobil dan motor, penembak jitu, jebakan dan tembakan mortir.

Baca Juga  PM Haider al-Abadi Nyatakan Kemenangan Total Melawan ISIS di Mosul

Sekitar 700.000 orang, atau sepertiga dari populasi kota pra-perang, telah melarikan diri mencari perlindungan baik dengan teman dan keluarga atau di kamp-kamp.

Pasukan pemerintah Irak yang didukung AS merebut kembali Mosul timur pada bulan Januari dan memulai sebuah serangan baru untuk merebut daerah kantong yang tersisa di Mosul, yang terdiri dari pusat kota tua di mana masjid tersebut berada, dan tiga distrik yang berdekatan di sebelah barat bank Sungai Tigris

Serangan Mosul, yang sekarang berada di bulan kedelapan, telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, karena taktik teror ISIS memanfaatkan warga sipil dengan menggunakannya sebagai tameng manusia. (*)

Komentar

Berita Terbaru