oleh

Massa PDIP Kembali Datangi Radar Bogor, Hari Jumat (1/6)

PENANEGERI, Bogor – Massa kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada hari Jumat (1/6) kembali mendatangi kantor Radar Bogor, di Graha Pena Yasmin.

Kedatangan massa masih soal protes terkait pemberitaan dalam edisi Rabu (30/5/2018) yang berjudul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta” yang dianggap menyinggung Megawati Soekarnoputri, serta menuntut permintaan maaf dari Radar Bogor.

Sejumlah tokoh elite PDI-P juga tampak hadir, di antaranya anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka serta tokoh senior PDI-P Rudi Harsya Tanaya.

Diah mengatakan, dirinya sangat keberatan atas pemberitaan headline yang dimuat koran tersebut.

Menurutnya, berita itu ditulis tidak berdasarkan fakta.

Dia menilai, berita itu merupakan upaya pembunuhan karakter, baik secara personal maupun kelembagaan.
“Tidak berdasarkan fakta. Berdasarkan penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani, angka tersebut adalah hak keuangan yang sampai saat ini tidak diterima oleh yang bersangkutan (Megawati),” ucapnya.

“Atas dasar itu, saya menuntut agar Radar Bogor meminta maaf kepada Ibu Megawati yang telah menjadi salah satu korban pemberitaan itu,” tutur dia.

Sementara itu, untuk menyikapi tuntutan tersebut, Radar Bogor sejauh ini masih melakukan pertemuan internal.

Pemimpin Redaksi Radar Bogor, Tegar Bagja, mengatakan, dari hasil pertemuannya dengan sejumlah perwakilan kader PDI-P, ada beberapa poin yang dibahas.

Salah satunya adalah mengonsolidasikan kedua belah pihak untuk bersama-sama saling menahan diri.

“Kemungkinan, untuk permintaan maaf secara terbuka tidak. Kami sedang merumuskan bagaimana menyikapi tuntutan PDI-P itu agar situasi di Bogor secara khusus bisa reda,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru