oleh

Masyarakat Aceh Peduli Rohingnya Gelar Unjuk Rasa di Bundaran Simpang Lima

PENANEGERI, Banda Aceh – Belasan massa mengatasnamakan Masyarakat Aceh Peduli Rohingnya menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (4/9).

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, aksi yang dikomandoi Michael Octaviano ini digelar karena sepekan terakhir, Masyarakat Aceh Peduli Rohingya ikut merasakan penderitaan yang mendalam terhadap apa yang dialami oleh etnis Rohingya. Dimana sekitar 3000 orang terpaksa melarikan diri dengan berbagai kondisi dan ketakutan menuju perbatasan Bangladesh karena tindakan brutal serta biadab dilakukan oleh militer Myanmar.

Koordinar aksi, Michael Octaviano dalam orasinya mengutuk keras rezim militer dan sipil Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan genosida pada etnis Rohingya. Mendesak panitia nobel penghargaan kepada Aung San Suu Kyi agar-mencabut penghargaan tersebut akibat sudah tak pantas lagi untuknya. Menuntut negara-negara ASEAN untuk menekan rezim militer Myanmar agar menghentikan praktik genosida terhadap etnis Rohingya.

“Kami mendesak agar status keanggotaan Myanmar di ASEAN dibekukan. Sebagai sesama negara ASEAN, pemerintah Myanmar seharusnya ikut bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan yang sama bagi etnis Rohingya,” tegasnya.

Dikatakan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menangani secara sungguh -sungguh dan mengambil alih tragedi kemanusiaan yang telah lama di Myanmar. Sudah terbukti secara meyakinkan pemerintahan militer Myanmar tidak bersedia menghentikan prakteik genosida terhadap etnis Rohingya.

“Kami mengajak para aktivis HAM dan Kemanusiaan di seluruh dunia, untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus genosida etnis Rohingya sehigga tragedi ini bisa diakhiri,” lanjut orator.

Massa aksi juga mendesak Mahkamah Kejahatan Internasional (lnternatinal Criminal Court -lCC) untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas praktik genosida terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia diharapkan menerima para pengungsi Rohingya untuk sementara waktu sambil melakukan langkah-langkah diplomat yang lebih tegas terhadap Myanmar agar mereka diterima kembali dengan jaminan Keamanan.

“Usir Duta Besar Myanmar dan jangan lagi berada di Indonesia,” tandas orator.

Pantauan Penanegeri.com, massa aksi juga turut membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan, “Cabut Keanggotaan Myanmar dari Asean”, “Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya”, PBB Sungguh-Sungguh Ikut Hentikan Tragedi Kemanusiaan Rohingnya”, “Usir Dubes Myanmar”, dan “Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.”

Setelah menyampaikan tuntutan dan aspirasinya, belasan Masyarakat Aceh Peduli Rohingnya membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat Kepolisian setempat.

Komentar

Berita Terbaru