oleh

Melalui Seminar Bisnis, Owner Barista Coffe Gugah Mahasiswa IAIN ZCK Langsa

PENANEGERI, Langsa – Owner Barista Coffe Langsa, Tri Syahputra, SE, MM menjadi narasumber tunggal pada pelaksanaan seminar bisnis dalam acara “Dream Day FEBI 2017” yang di gelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Zawiyah Cot Kala (IAIN ZCK) Langsa di Aula Seramoe Teuhah IAIN ZCK, Kota Langsa, Senin (16/10).

“Seminar ini bertujuan agar para mahasiswa/mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN ZCK Langsa bisa lebih berwirausaha sejak usia muda, karena dominannya 90 persen imipian mahasiswa adalah menjadi karyawan. Seminar ini juga untuk merubah pola pikir kita agar dapat mengurangi tingkat pengangguran yang saat ini terus bertambah di Indonesia,” demikian disampaikan Tri Syahputra dalam pelaksanaan seminar bisnis tersebut.

Dijelaskannya, peran entrepreneur di Indonesia selain mempunyai peran dalam membangun perekonomian yang kuat, juga mempunyai peran di negara berkembang seperti di negara kita. Peran entrepeneur di Indonesia mempunyai banyak dampak positif dalam transformasi masyarakat dengan pendapatan rendah ke pendapatan tinggi dan dari msyarakat berbasis sektor primer ke dalam masyarakat berbasis sektor jasa dan teknologi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terdapat 3 (tiga) dampak positif entrepreneur di negara berkembang. Pertama, entrepreneur membuka jenis usaha yang baru dalam perekonomian Indonesia dan menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam mengembangakan jenis usaha. Kedua, entrepreneur menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja.

Baca Juga  Tingkatkan Wisata Kota Langsa, Owner Barista Coffe Bagi Pengalaman

“Ketika entrepreneur membuka usaha berarti membuka langkah untuk mengurangi angka pengangguran dan pelamar kerja,” terang Tri Syahputra yang kerap disapa Putra.

Yang ketiga, sambung Putra, meningkatkan output perkapita nasional, peningkatan produktivitas akibat munculnya usaha–usaha baru meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan masyarakat.

IAIN ZCK Langsa

Luar Negeri

Sedangkan peran entrepreneur di luar negeri, papar Putra, perkembangan ekonomi terkonsentrasi pada skala lokal. Entrepreneur endogen dan inovasi merupakan kunci sukses terhadap perekonomian global. Minat menjadi entrepreneur di bebrapa begara maju seperti Jepang dan Korea sangat tinggi. Penelitian Acs Sendri memberikan gambaran bahwa minat entrepreneurship di Amerika sangat tinggi. Pada tahun 2009 lalu, AS menjadi peringkat ketiga dalam indeks pembaguanan entrepreneurship.

“Entrepreneurship di AS umunya berasal dari Universitas terkenal, Professor, Peneliti dan Institusi. Penduduk AS lebih senang membagun usaha kecil (small firms) untuk memaksimalkan kontribusinya,” urainya.

Seorang Entrepreneur

Putra menjelaskan, seorang entrepreneur dalam menggeluti usaha tidak sekedar ala kadarnya, akan tetapi dengan keberanian, kegigihan sehingga usahanya tumbuh. Bersahabat dengan ketidakpastian dan menjalankan usaha yang nyata, bukan spekulatif. Usaha yang sesungguhnya didasarkan motif untuk melayani dan memperoleh kemandirian. Dengan ketulusan, kerja keras dan inovasi. Bukan jalan pintas, dengan cara cepat untuk menjadi kaya. Membangun secara bertahap. Menjaga nama baik dan membangun reputasi. Bukan sekedar passive income, tetapi riil. Pendidikan, persahabatan dan spiritualitas sangat penting dalam memulai usaha sesungguhnya.

Baca Juga  Tingkatkan Wisata Kota Langsa, Owner Barista Coffe Bagi Pengalaman

“Sedangkan usaha spekulatif yakni, didasarkan motif ingin cepat kaya, mengedepankan cara-cara instant, mendewa-dewakan passive income, tidak peduli kerugian pihak lain, yang penting, “saya untung” dan pendidikan serta kehidupan spiritual tidak dianggap penting bagi pelaku usaha spekulatif,” jelasnya.

Putra menambahkan, setiap entrepreneur harus memiliki entrepreneurial mindset, diantaranya, action oriented, dengan berpikir simpel namun harus selalu mencari peluang baru dan mengejar peluang dengan disiplin tinggi dan hanya mengambil peluang terbaik.

“Yang tak kalah penting, harus selalu fokus pada eksekusi dan memfokuskan energi setiap orang dalam bisnis,” tambahnya.

Mengakhiri paparannya, Owner Barista Coffe Langsa ini menyebutkan beberapa pilihan dalam entrepreneurship yaitu, Karyawan : Bekerja pada orang lain, professional executive (decision maker). Intrapreneur : Karyawan dengan jiwa kewirausahaan (inovatif dan tajam dalam melihat peluang). Berikutnya, yang dicari adalah kemerdekaan dan akses terhadap resources. Entrepreneur : Memiliki usaha yang dikembangkan sendiri, pengambil resiko. Social entrepreneur : Pelaku kegiatan sosial berwatak entrepreneur dan yang terakhir Eco-Preneur : Wirausaha dalam bidang lingkungan hidup.

Baca Juga  Tingkatkan Wisata Kota Langsa, Owner Barista Coffe Bagi Pengalaman

“Ini tips praktis yang saya berikan bagi para calon entrepreneur, ingatlah bahwa modal utama berwirausaha bukanlah uang, melainkan keyakinan untuk tumbuh dan menang. Bersahabatlah dengan ketidakpastian dengan membuka pikiran kalian dan pelajari hal-hal baru. Be ready, persiapkan diri kita dengan baik serta bangunlah network selagi muda, dan jagalah kepercayaan setiap orang,” pungkas Putra disambut tepuk tangan meriah oleh ratusan peserta seminar.

Acara seminar bisnis tersebut turut dihadiri, Rektor IAIN ZCK Langsa, DR ZULKARNAINI, MA, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN ZCK Langsa, DR Iskandar Budiman, MCL dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, DR. Ismail Fahmi Arrauf Nst, MA serta ratusan mahasiswa IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.

Komentar

Berita Terbaru