oleh

Membangun Komunitas Positif untuk Membantu Memerangi Kebencian secara Online

PENANEGERI, Internasional – Dalam dunia yang semakin saling terkait (interconnected world), glorifikasi terorisme (glorification of terrorism) secara online berdampak pada semua orang, untuk itu harus diserukan upaya baru untuk memerangi propaganda kebencian (to combat hateful propaganda), dan untuk mendukung solidaritas masyarakat (and promote community solidarity),  hal ini dikatakan oleh ketua badan PBB Komite anti-terorisme (chair of Security Council Counter-Terrorism Committee) pada hari Selasa 29 Mei 2018.

Gustavo Adolfo Meza-Cuadra Velasquez, Duta Besar Peru untuk PBB, dan pada Dewan Keamanan PBB sebagai ketua Komite Anti-Terorisme (chair of the Security Council Counter-Terrorism Committee) mengatakan bahwa meskipun penting untuk menolak terhadap suara yang menghasut (deny voices that incite) dan menolak mengglorifikasi (mengagungkan) kekerasan di internet, namun harus diakui bahwa dalam ranah online juga ada manfaat bagi publik yang besar.

“Setiap tindakan yang diambil untuk memerangi narasi teroris, seperti semua tindakan kontra-terorisme, harus sejalan dengan hukum hak asasi manusia internasional, termasuk hak atas privasi dan kebebasan berekspresi,” katanya.

Dalam konteks itu, Gustavo Adolfo Meza-Cuadra menekankan pentingnya kemitraan publik-swasta untuk menjaga ruang Internet agar “as hostile as possible to terrorist groups,” atau setidak ramah mungkin / bermusuhan terhadap kelompok teroris, sementara pada saat yang sama adalah “as open as possible for society at large” atau “seterbuka mungkin bagi masyarakat luas”, merujuk pada Kerangka Kerja Internasional Komprehensif untuk Melawan Narasi Teroris (Comprehensive International Framework to Counter Terrorist Narratives).

Diadopsi pada tahun 2017, Kerangka ini terdiri dari tiga elemen: langkah-langkah hukum dan penegakan hukum, berdasarkan resolusi PBB yang relevan (legal and law enforcement measures, based on relevant United Nations resolutions); pengembangan kemitraan publik-swasta; dan pengembangan kontra-narasi (development of counter-narratives), guna melawan propaganda teroris ( push back against terrorist propaganda).

Dalam sambutannya, Gustavo Adolfo Meza-Cuadra mengatakan sebagai tambahan untuk  kontra-narasi, pesan-pesan positif harus diperkuat, sehingga para audiens yang rentan bisa diberikan kepastian bahwa masalah-masalah sedang ditangani tanpa menggunakan kekerasan  (to counter-narratives, positive messages must be amplified, so that vulnerable audiences are given assurances that genuine concerns are being addressed, without resorting to violence).

Dalam bahasa Inggris dikatakannya bahwa ,“Effective counter-narratives should include positive messaging that promotes community solidarity and peaceful avenues for addressing conditions conducive to the spread of terrorism. This is one way to achieve effective and long-term results,”.

Atau terjemahannya adalah :“Counter-narasi yang efektif harus mencakup pesan positif yang mendukung solidaritas masyarakat dan jalan damai untuk mengatasi (melawan) kondisi yang kondusif  pada penyebaran terorisme. Ini adalah salah satu cara untuk mencapai hasil yang efektif dan jangka panjang, ” katanya, seperti dirilis dalam situs berita resmi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), hari Selasa (29/5). (*)

Komentar

Berita Terbaru