oleh

Mendadak, Gubernur NA Tinjau Proyek Rel Kereta Api Trans Makassar – Parepare

PENANEGERI, Barru – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) melakukan peninjauan proyek Rel Kereta Api (RKA) Trans Makassar Parepare di Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Jum’at (26/10) siang.

Kunjungan mendadak sekaligus kunjungan pertama Nurdin Abdullah sejak dilantik pada 5 September lalu. NA sebelumnya melakukan kunjungan kerja di Kota Parepare. Kunjungan ini tidak teragenda. Ia tiba pukul 14.00 WITA. Ditemani oleh Bupati Barru Suardi Saleh menjajal atau melakukan uji coba proyek strategis nasional ini.

 

“Sebentar lagi kereta api kita akan selesai mudah-mudahan 2020 sudah bisa dinikmati. Orang Barru bisa kerja di Makassar. 20 menit sudah bisa sampai,” kata NA.

Sepanjang perjalanan, ungkap NA juga membahas terkait kesiapan dan progresnya hingga rencana pembangunan sampai Manado (Sulut). Termasuk pembiayaan dan juga investor.

“APBN kita tentu pasti berat, tentu berat, sekarang ada investor yang mau melanjutkan pasti itu akan lebih cepat,” sebutnya.

Termasuk teknologi yang digunakan serta konstruksinya. Ada beberapa pilihan teknologi misalnya dari Jerman, Jepang, China demikian juga produk dalam negeri sendiri.

 

Di atas kereta, NA juga berbicara tentang desain dengan PPK Perkeretaapian. Ia berharap adalah agar jalur kereta api ini bisa masuk hingga ke wilayah Bandara Sultan Hasanuddin.

“Jadi kalau kereta ini masuk Bandara akan mengurangi kendaraan ke airport. Kita sudah bisa lihat sekarang kepadatan di jalan tol karena semua menuju Bandara nah, kalau bisa ini kita redesain. Jadi semua penumpang yang mau ke Parepare nda usah pakai mobil pribadi,” ujarnya.

Ia berharap tahun 2021 kereta api rute Makassar-Parepare bisa dinikmati. Perjalanan dari bahkan jarak antara Makassar dan Manado 1.732 Km, jika menggunakan teknologi kereta dari Jepang atau China yang rata-rata dapat menempuh perjalanan 250-335 Km/jam. Maka hanya ditempuh beberapa jam saja.

PPK Perkeretaapian Doni Adi Kuncoro mengatakan, pihaknya untuk pembebasan lahan paralel dengan melakukan koordinasi terus dengan Kabupaten Pangkep dan Maros.

“Mungkin dalam satu bulan sudah musyawarah inshaallah, kita juga Desember sudah mengawali pembangunan,” ucapnya.(*)

Komentar

Berita Terbaru