oleh

Menelisik Peradaban Islam di Barcelona

PENANEGERI, Spanyol – Barcelona merupakan salah satu kota penting di negara Spanyol. tapi tahukah Anda bahwa Kota Barcelona pernah menjadi wilayah Muslim selama berabad-abad.

Kota Barcelona, yang terletak di Catalunya pun pernah menjadi salah satu kota penting di dalam pemerintahan Islam. yakni ketika pemerintahan kerajaan Bani Ummayah berkuasa pada kurun waktu abad ke 9.

Informasi dihimpun Penanegeri.com saat mengunjungi Kota Barcelona, Spanyol menyebutkan, ketika pemerintahan kerajaan Ummayah di Spanyol berdiri kurang lebih 1300 tahun lalu, ada beberapa provinsi yang menjadi wilayah muslim di Spanyol, diantaranya Provinsi Lucitania yang beribukota di Merida, Provinsi Castille yang beribukota di Kota Zamora, Provinsi Aragon yang beribukota di Kota Saragossa, termasuk Provinsi Catalunya yang beribukota di Barcelona. Provinsi tersebut dibawah pemerintahan muslim selama berabad-abad.

Kemunculan Islam di Spanyol dimulai pasca penaklukan daratan Spanyol oleh pahlawan Islam yang bernama Thariq bin Ziyad. Sang tokoh itulah sampai sekarang namanya diabadikan menjadi nama selat, yaitu selat Giblaltar atau “Jabal Thariq”. Sebuah selat yang membentang diantara benua Afrika dan daratan Spanyol.

Pada masa kejayaan, Barcelona merupakan salah satu pusat peradaban Islam di jazirah Liberia. Sekarang, kejayaan yang sempat menghilang kembali hidup, tumbuh dan berkembang. Data statistik Dewan Kota Barcelona, menyebutkan jumlah Muslim Barcelona mencapai 500 ribu jiwa, atau hampir sepertiga Muslim Spanyol.

Tak hanya itu, lebih dari 11 Masjid dan 30 komunitas muslim dari berbagai negara berada di kota ini. Catalan Islamic Cultural Center menjadi pusat dari rintisan dakwah Islam di tanah Catalan.

Direktur Pusat Kebudayan Islam, Catalan Islamic Cultural Center, Salim Benarama (40) yang berasal dari Algeria kepada Penanegeri.com, Jumat (22/6) mengungkapkan, ada belasan Masjid berdiri di Barcelona. Mayoritas berada di Apartemen dan garasi.

“Keberadaan Masjid itu mempengaruhi geliat dakwah Islam. Dari tahun ke tahun hampir ratusan warga Barcelona yang memeluk Islam,” bebernya.

Melihat bangunan Islamic Center, tampak pintu yang terbuat dari kayu dengan guratan seni Islam. Pada bagian bawah Islamic Center diperuntukkan untuk Masjid yang bernama Mezquita (Masjid) Al Imam Muhammad Ibn Ahmad Al Kortobi.

Masjid ini mampu menampung 1.300 jamaah. Bentuk bangunannya mengikuti gaya Andalusia.

Salim Benarama juga mengatakan, untuk wisatawan asal Indonesia sangat sedikit yang berkunjung ke Masjid Al Imam Muhammad Ibn Ahmad Al Kortobi.

“Sangat sedikit wisatawan asal Indonesia yang berkunjung kesini (Masjid). Mungkin dalam setahun hanya sekitar 50 hingga 70 orang,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, salah seorang wisatawan asal Indonesia, Bransah Tito (46) yang ditemui Penanegeri.com sangat menyangkan salah satu Masjid terbesar di Barcelona tidak memiliki tanda-tanda yang menunjukan adanya sebuah Masjid.

“Layaknya Masjid lainya, terkihat kubahnya menjulang tinggi. Namun, Masjid Al Imam ini tidak memiliki kubah dan juga berada di bawah tanah. Sangat berbeda dengan Masjid lainnya,” sesalnya.

Bagi wisatawan Indonesia yang ingin mengunjungi Mezquita (Masjid) Al Imam Muhammad Ibn Ahmad Al Kortobi yang terletak di Barcelona, harus terlebih dahulu mengunjungi beberapa negara besar seperti Amsterdam dan Paris, dikarenakan akses penerbangan direct dari Indonesia ke Barcelona sangat sulit. Namun, jika dari Paris atau Amsterdam wisatawan bisa memilih transportasi bus atau pun pesawat menuju ke Barcelona.

Barcelona sendiri mempunyai dua bandara yakni Girona dan El Prat, wisatawan disarankan untuk memilih bandara El Prat karena lebih mudah untuk menuju ke Masjid tersebut. Kemudian, dari bandara El Prat wisatawan bisa menggunakan kereta Metro bandara R2 hingga tiba di stasiun Clot terdekat dari Masjid, selanjutnya berjalan kaki sekitar 250 meter untuk tiba di Masjid.

Komentar

Berita Terbaru