oleh

Menteri Susi : Ikan Tuna di Lautan Indonesia Milik Nelayan Indonesia

PENANEGERI, Kuta – Menteri Susi menegaskan bahwa ikan tuna di lautan Indonesia yang kini kuantitasnya bertambah, diperuntukkan bagi para nelayan Indonesia.

“Bukan kapal-kapal asing yang tangkap tuna. (Karena-red) Tuna milik semua nelayan (Indonesia-red),” tegas Menteri Susi, disela penutupan 3rd Bali Tuna Conference dan 6th International Coastal Tuna Business Forum, di Hotel Padma, Bali. Kuta, Jumat (1/6) malam.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan kebijakan bahwa ikan tuna di laut untuk nelayan Indonesia.

“Ternyata tuna, dengan sebuah policy yang benar, dapat ditangkap oleh semua nelayan. Sekarang tuna bukan milik kapal-kapal long liners besar, bukan hanya milik kapal-kapal long liners asing,” ujar Menteri Susi dalam siaran pers, Minggu (3/6/2018).

“Tetapi juga oleh nelayan Jembrana, oleh nelayan Banda Naira, oleh nelayan NTT, nelayan Sendang Biru, semua bisa dapat tuna. Besar-besar ukurannya dan dekat, tidak usah jauh-jauh ke tengah laut,” lanjutnya.

Data resmi FAO melalui SOFIA pada tahun 2016 terdapat 7,7 juta metrik ton tuna dan spesies seperti tuna ditangkap di seluruh dunia.

Baca Juga  Kapolda Aceh Pimpin Peledakan KIA di Kuala Langsa

Pada tahun itu, Indonesia memasok lebih dari 16 persen total produksi dunia dengan rata-rata produksi tuna, cakalang dan tongkol Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta ton per tahun.

Sementara itu, volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data yang disampaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017.

Pemerintah Indonesia, kata Susi, telah mengidentifikasi prioritas pengelolaan perikanan tuna yang berfokus pada data produksi tuna. Ada pula peningkatan sistem registrasi kapal tuna untuk perairan kepulauan, pengembangan implementasi sistem pemantauan elektronik dan sistem pelaporan ketelusuran tuna.

Pemerintah mengatakan, rencana pengelolaan tuna nasional menerapkan aturan dan standar yang diadopsi oleh Organisasi Manajemen Perikanan Daerah (RFMOs).

Indonesia juga berpartisipasi dalam The Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), The Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC), The Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) dan Inter-American Tropical Tuna Commission (IATTC).

Menteri Susi Pudjiastuti juga menekankan pentingnya sertifikasi dan traceablity (ketertelusuran) produk perikanan Indonesia, terutama tuna dapat lebih kompetitif dengan produk perikanan luar negeri. Hal tersebut merupakan salah satu poin hasil dari 3rd Bali Tuna Conference yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 31 Mei-1 Juni 2018. (*)

Baca Juga  Melalui Video Confrence, Kapolda Aceh Terima Perintah Peledakan Kapal dari Menteri Susi

Simak Video dalam Youtube tentang 3rd Bali Tuna Conference yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 31 Mei-1 Juni 2018 :

 

Komentar

Berita Terbaru