oleh

Menteri Susi Kecewa Kapal Pencuri Ikan Dilelang

PENANEGERI, Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan melelang dua unit kapal asing pencuri ikan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam.

Dua unit kapal tersebut adalah KM PKBF 1089 dengan batas atas Rp 170 juta yang berbendera Malaysia dan Kapal Ikan Vietnam KM Seroja dengan batas atas penawaran Rp 232 juta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa lelang kapal asing tersebut bisa membuat kasus pencurian ikan kembali terjadi di kemudian hari. Menteri Susi khawatir jika kekayaan laut Indonesia dicuri lagi menggunakan kapal yang sama.

“Tuh kan dilelang jadi hazard baru, kembali ke zaman dulu kapal dilelang,” ujar Menteri Susi sepeti diberitakan oleh media detikfinance, Jumat (6/4).

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Menteri Susi, setelah dilelang harga kapal tersebut dinaikkan dari batas atasnya dan panitia lelang memutuskan David alias Heng A Cuang sebagai pemenang. Kapal tersebut pun rencananya dibawa kembali ke negara asal.

“Ada pihak panitia yang mengkondisikan kepada David alias Heng A Cuang sebagai Pemenang dan kapal tersebut mau dibawa ke negara asal, karena kapal ini kalau dilelang secara terbuka bisa mencapai Rp 1 miliar,” kata Menteri Susi.

Di laman lelang DJKN, KM PKBF 1089 dilelang pada 5 April 2018 pukul 14.00 WIB di KPKNL Batam. Adapun uang jaminan Rp 51 juta dengan harga limit Rp 170 juta

Sedangkan, KM Seroja merupakan satu dari dua kapal ikan asal Vietnam yang ditangkap oleh KP Hiu Macan Tutul 002 pada Maret 2015 lalu di Laut Natuna dengan bobot 110 GT dan 15 ABK.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyayangkan pelelangan tersebut. Pasalnya hasil sitaan tersebut harus ditindak tegas.

“Seperti kapal Malaysia dan Vietnam itu dilelang Rp 170 juta, kembali ke yang punya Bapak David nah dia itu kaki tangannya orang Malaysia, nah ini mereka dapat lagi dan akan dipakai nyolong lagi di tempat kita,” ujar dia dalam konferensi pers di Kawasan Widya Chandra, Sabtu (7/4/2018).

Menteri Susi menjelaskan, saat ini KKP berupaya mendapatkan informasi terkait illegal fishing tersebut. Sehingga banyak pihak yang mencoba mengritisi dan membuat misslead opini agar Kementerian tidak keras dalam memusnahkan illegal fishing dan agar kapal yang tertangkap bisa dilelang dan dibeli lagi oleh pemiliknya.

Menurut Susi, selama pencuri tersebut memiliki kapal maka pencurian masih akan terus terjadi, karena perairan Indonesia memiliki ikan yang melimpah dan menciptakan keuntungan untuk mereka.

“Kapal pencuri itu harus ditenggelamkan, hasil sita negara tidak boleh dilelang,” kata Menteri Susi.

Menteri Susi menjelaskan, kapal asing pencuri ikan ini tidak hanya digunakan untuk mengeruk ikan di Indonesia. Tapi juga bisa digunakan untuk kejahatan lain seperti penyelundupan narkoba dan perdagangan manusia.

“Beberapa waktu lalu ada tangkapan besar narkoba mereka pakai kapal ikan. Makanya tidak ada istirahatnya untuk memerangi ini, meski sudah ditenggelamkan mereka akan cari cara terus,” tukas Menteri Susi. (*/df)

Komentar

Berita Terbaru