oleh

Meski Permintaan Turun 50 Persen, Susu Etawa Tetap Diperah Setiap Hari

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Permintaan susu kambing etawa turun hingga 50 persen selama bulan Ramadan 1438 H, Hal ini juga terjadi pada bulan puasa setiap tahunnya. Selain susu kambing murni yang kaya akan Kalium dan Vitamin A tersebut, permintaan daging kambing juga menurun.

Kendati demikian, sang peternak kambing etawa tak merisaukannya, karena kondisi itu hanya berlangsung selama bulan puasa saja. Setelah lebaran Idul Fitri semua kembali normal.

Salah seorang peternak kambing etawa, Suyetno (46) saat ditemui Penanegeri.com di kediamannya Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Senin sore (5/6) mengakui turunnya permintaan susu tersebut.

“Betul, permintaan susu sedikit turun, dari biasanya 100-150 bungkus/hari, kini paling banyak 50-70 bungkus/hari,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski pemesan susu menurun, Suyetno yang dibantu anaknya Suhandris (17) tetap memeras susu kambing sehari dua kali (pagi dan sore). Hal itu dilakukan guna melayani permintaan dadakan dari konsumen.

“Setiap hari tetap kita perah, karena susunya bisa disimpan lama untuk stok, kalau ada permintaan,” tambahnya.

Baca Juga  Apa Sih Sebenarnya Kefir Itu ?

Dari 140 ekor kambing jenis etawa yang dipeliharanya, 81 diantaranya indukan yang siap diperah. Ia juga memelihara sekitar 80 ekor kambing domba untuk kebutuhan daging.

“Biasanya setiap hari puluhan liter susu segar bisa kami penuhi untuk dipasarkan di lokal hingga luar daerah seperti Banda Aceh, Sumatera Utara hingga Pekan Baru, Riau,” terangnya.

Penghasilan menjual susu bisa mencapai puluhan juta/bulan. Ditambah lagi penghasilan dari pembibitan dan daging kambing potong tentunya dapat mendongkrak ekonomi keluarganya.

“Permintaan susu turun karena orang banyak puasa. Biasanya pelanggan minum susu pagi dan siang, tapi karena puasa dalam sehari hanya minum susu sekali pada waktu malam, itu yang membuat permintaan menurun,” jelasnya.

Selain susu, Suyetno juga menyediakan kambing untuk Aqiqah dan Qurban. Sebab, menjelang Idul Adha ramai yang mencari kambing untuk Qurban. Untuk harga susu etawa sendiri, dibandrol Rp 6 ribu/bungkus dan Rp 20 ribu/kemasan botol.

“Meskipun permintaan menurun, tapi tidak membuat ekonomi keluarga terganggu, semua bisa diatasi karena penjualan daging kambing tetap berjalan,” tambahnya.

Baca Juga  Apa Sih Sebenarnya Kefir Itu ?

Usai memeras susu etawa, Suhandris putra Suyetno, menambahkan, dikandang ternaknya ada dua macam kambing etawa yang diperas susunya yakni jenis etawa biasa dan jenis Kali Gesing. Masing-masing induk dapat menghasilkan setengah sampai satu teko susu murni.

“Perbedaannya, etawa jenis Kali Gesing lebih banyak susunya, bisa lebih dari satu teko,” tandas Suhandris.

Komentar

Berita Terbaru