oleh

Milisi Gabungan Kurdi dan Pejuang Syria yang didukung AS Rebut Kota Tabqa dari ISIS

PENANEGERI,Desk Internasional- Sebuah aliansi milisi yang didukung AS dari pejuang Kurdi di Suriah (Syria) dan milisi di Syria telah sepenuhnya merebut kota Tabqa dan sebuah bendungan strategis dari kelompok ISIL, atau juga dikenal sebagai ISIS.

Milisi Kurdi di Syria dan gabungan para milisi Syria yang didukung AS, mengatakan bahwa mereka sepenuhnya merebut kota Tabqa dan bendungan terbesar Suriah dari ISIS pada hari Rabu (10/5), sebagai persiapan untuk meluncurkan serangan terhadap Raqqa, benteng terbesar ISIL/ISIS.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah aliansi pejuang Kurdi dan Arab Syria yang di dukung AS, telah memerangi ISIS/ISIL selama berminggu-minggu di Tabqa, sekitar 40 km (25 mil) barat Raqqa, di sepanjang Sungai Efrat.

Dengan serangan udara dan pasukan khusus dari koalisi pimpinan A.S., (Syria Democratic Forces- SDF) maju ke Raqqa untuk akhirnya mengambil kota, yang juga merupakan basis operasi ISIS/ISIL di Suriah.

Milisi gabungan Kurdi dan milisi di Syria dukungan AS ini berhasil merebut Tabqa “berkat pengorbanan para pahlawan SDF dan dengan dukungan penuh yang tidak terbatas dari koalisi internasional yang dipimpin AS.”, kata juru bicara SDF Talal Silo seperti dikutip kantor berita Reuters (11/5).

Baca Juga  Pemerintah Suriah dan Rusia Kecam serangan Koalisi AS di Tanf

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya telah menguasai kota yang diperebut dengan bantuan serangan udara koalisi pimpinan AS setelah lebih dari satu bulan pertempuran sengit.

Pasukan Demokrat Suriah mengatakan bahwa mereka sekarang mengendalikan semua kota utama dan sebuah bendungan yang berdekatan di sebelah timur benteng ISIL Raqqa.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah monitor berbasis di Inggris yang mengandalkan jaringan kontak di lapangan untuk melacak perkembangan perang Suriah, juga memastikan pengambilalihan Tabqa oleh SDF di wilayah tersebut.

Kota dan bendungan Tabqa yang berdekatan merupakan tujuan utama dalam dorongan koalisi pimpinan AS untuk merebut kembali wilayah Raqqa dari cengkeraman ISIL/ISIS.

Setelah mengambil Tabqa, pasukan SDF diperkirakan akan maju menuju Raqqa.

Sebelumnya AS telah mengatakan bahwa SDF, terutama komponen intinya, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), adalah mitra utama yang paling efektif dalam perang melawan ISIL di Suriah.

Meski telah diberitakan bahwa pihak Turki mengecam AS yang mempersenjatai milisi Kurdi  yang menjadi seteru Turki sejak lama. (*)

Komentar

Berita Terbaru