oleh

Milisi Gabungan SDF-Kurdi akan segera bebaskan Kota Raqqa dari Cengkeraman ISIS

PENANEGERI, Desk Internasional- Pasukan Demokrat Suriah (Syria Democratic Force – SDF), sebuah kelompok milisi yang didukung oleh Amerika Serikat, mengatakan akan segera memulai serangan untuk merebut Kota Raqqa dari cengkeraman ISIL/ISIS di Suriah utara.

Rencana serangan terhadap kota Raqqa ini, setelah SDF berhasil merebut Tabqa sebuah kota penting di barat dan sebuah bendungan di wilayah Tabqa yang berdekatan.

Pengumuman tersebut pada hari Jumat (12/5) mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump pada hari Senin untuk menyetujui pengiriman senjata langsung ke elemen Kurdi SDF – Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), demi “memastikan kemenangan yang jelas” untuk mengalahkan kelompok ISIL/ISIS.

Komandan SDF Abdul Qader Hevdeli mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan besar untuk membebaskan kota Raqqa “akan berada dalam periode waktu yang akan datang”.

“Saya tidak dapat menentukan dengan tepat, saya percaya memasuki dan menyerbu kota akan terjadi pada awal musim panas,” katanya dalam sebuah konferensi pers di kota Tabqa, yang berhasil direbut SDF dari cengkeraman ISIL pada hari Rabu lalu.

Baca Juga  Turki kecam Amerika yang Persenjatai Milisi Kurdi (YPG)

Hevdeli mengatakan pengiriman senjata AS akan segera tiba dan menambahkan bahwa Raqqa akan ditangkap tanpa bantuan dari pasukan lain.

“Kami tidak membutuhkan kekuatan lain untuk menjadi mitra kami,” katanya. “Kami berterima kasih kepada siapapun yang ingin membantu tapi kekuatan kita cukup mampu untuk membebaskan Raqqa dan melangkah lebih jauh. Bagi mereka yang ingin membantu … mereka harus terlebih dahulu menyelesaikan masalah mereka di negara mereka sendiri.”

Minggu ini, setelah berbulan-bulan pertempuran, SDF yang didalamnya bergabung elemen milisi Kurdi telah berhasil merebut kota strategis Tabqa, di sebelah barat Raqqa, dan sebuah bendungan pembangkit listrik tenaga air utama di dekatnya, setelahklan mengalahkan pasukan ISIS/ISIL.

SDF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Tabqa akan diserahkan ke dewan sipil setelah sepenuhnya diamankan. Ia juga mengatakan bahwa otoritas yang mengawasi bendungan Tabqa akan tetap menjadi “sebuah institusi Suriah nasional yang akan melayani semua wilayah di Suriah tanpa kecuali”.

Keputusan Washington untuk mempersenjatai YPG, faksi utama SDF yang memerangi ISIL, telah memicu kembali perselisihan dengan Turki yang menentang milisi Kurdi dipersenjatai.

Baca Juga  Turki kecam Amerika yang Persenjatai Milisi Kurdi (YPG)

Turki memandang Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai perpanjangan Suriah dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), dimana milisi Kurdi itu  telah berperang di negara bagian di tenggara Turki sejak tahun 1984. (*)

Komentar

Berita Terbaru