oleh

MK dan Mendagri Berbeda soal Pembatalan Perda

PENANEGERI, Jakarta- Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa Menteri Dalam Negeri tidak dapat membatalkan Peraturan Daerah (Perda) yang telah dibuat oleh kepala daerah. Keputusan itu, disampaikan majelis hakim MK dalam sidang uji materi pada Rabu 4 April 2017.

“Mengabulkan permohonan pemohon sepanjang pengujian pasal 251 ayat 2, ayat 3, dan ayat 8 serta ayat 4 sepanjang frasa pembatalan Perda Kabupaten/Kota dan peraturan bupati/wali kota sebagaimana dimaksud pada ayat 2 ditetapkan dengan keputusan gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587),” begitu bunyi putusan yang diterbitkan MK yang telah ¬†diregistrasi dengan nomor perkara 137/PUU-XIII/2015.

Mendagri Sayangkan Keputusan MK tersebut.

Menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan menyayangkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan No.137/PUU-XIII/2015 yang membatalkan kewenangan Mendagri untuk membatalkan peraturan daerah (perda).

Mendagri Tjahjo mengatakan pembatalan Perda adalah wilayah eksekutif untuk mengkajinya. Perda juga produk pemerintah daerah, yaitu antara kepala daerah dan DPRD.

“Saya sebagai Mendagri jujur tidak habis pikir dengan keputusan MK yang mencabut kewenangan Mendagri membatalkan perda-perda, yang jelas-jelas menghambat investasi,” ujar Tjahjo di Jakarta, Kamis (6/4).

Menurut dia, akibat putusan MK ini, potensi yang mengkhawatirkan adalah program deregulasi untuk investasi dari pemerintah secara terpadu baik pusat dan daerah jelas akan terhambat. Hal ini lantaran saat ini masih banyak Perda yang bertentangan dengan UU lebih tinggi.

Disisi lain, jika adanya pembatalan kewenangan Mendagri dalam membatalka Perda, dikhawatirkan juga akan memperpanjang birokrasi perizinan investasi lokal dan nasional serta internasional. (*)

Komentar

Berita Terbaru