oleh

Modus Baru Pencurian Ikan

PENANEGERI, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, mengungkapkan adanya modus baru pencurian ikan di Indonesia.

Yaitu dengan modus baru kini penangkapan ikan dilakukan oleh kapal Indonesia, kemudian dikirim keluar secara ilegal dengan kapal asing.

Bedanya dengan dahulu ilegal fishing dilakukan oleh kapal asing di perairan Indonesia, kini adalah dengan cara transhipment yang tidak tercatat.

Menurutnya, pelaku Illegal Unreported Unregulated (IUU) Fishing tersebut kini sudah mulai melakukan cara-cara baru yaitu transhipment atau penjemputan ikan dari kapal-kapal ikan Indonesia di wilayah laut perairan Indonesia terluar.

“Jadi ilegal fishing di Indonesia yang sekarang terjadi adalah kapal-kapal kita, kapal-kapal milik perusahaan Indonesia, buatan Indonesia melakukan penangkapan,” ungkap Menteri Susi Pudjiastuti, Jakarta, Sabtu (7/3).

“Akhirnya diekspor secara ilegal. Tidak tercatat, yaitu dengan transhipment kepada kapal-kapal yang lewat,” tambah dia.

“Jadi sekarang modusnya berganti, bukan kapal asing yang nangkep, tapi kapal Indonesia,” papar Menteri Susi dalam konferensi pers terkait Penangkapan Kapal Buronan Interpol di Jalan Widya Chandra V No. 26 pada Sabtu (7/4).

Menteri Susi Pudjiastuti menerangkan bahwa kapal-kapal ikan dari Indonesia dan milik perusahaan Indonesia itu kini telah terafiliasi dengan perusahaan-perusahaan asing yang ingin mencuri ikan dari Indonesia tanpa melalui prosedur yang sah.

“Jadi memang illegal unreported unregulated illegal fishing itu betul-betul very well transnasional organized crime (kejahatan trans-nasional yang teroganisir dengan sangat baik),” kata Menteri Susi.

Untuk itu pihaknya terus berupaya mencegah dan menertibkan tindakan tersebut.

“Kami memang mulai menertibkan modus baru ini, jadi modusnya mereka gunakan kapal ikan Indonesia, terus kapal asingnya tunggu di luar wilayah dan ikan-ikan itu dipindahkan ke kapal mereka,” kata Susi dalam konferensi pers di  Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (7/4).

Susi mengungkapkan untuk meminimalisir pencurian ikan, ia meminta kepada masyarakat Indonesia untuk melihat global fishing watch agar bisa melakukan pelacakan terhadap kapal ikan berbendera Indonesia dan kapal asing.

“Di situ bisa kelihatan semuanya kapal Indonesia, makanya banyak orang Indonesia yang bayar lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk protes ke kami bilang saya jual rahasia negara, padahal itu rahasia penjahat, banyak yang keberatan. Padahal kalau benar kenapa mesti takut. Itukan supaya kapal yang mengambil ikan dari laut kita tertangkap,” ungkap Menteri Susi Pudjiastuti. (*)

Komentar

Berita Terbaru