oleh

Moeldoko Jelaskan Mengenai Kupon Sembako yang Viral

PENANEGERI, Jakarta – Terkait dengan viralnya foto kupon sembako kunjungan kerja Presiden RI yang berstempel Polres Sukabumi-Polsek Palabuhanratu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat bicara.

Menurut Moeldoko, tak ada aturan yang dilanggar saat polisi diberi tugas membagikan sembako oleh Presiden Jokowi.

“Polisi masa nggak boleh? Kan tertib, akhirnya tertib nggak ada korban,” ujar Moeldoko di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (9/4), seperti dilansir detikcom.

Moeldoko mengatakan pembagian bantuan dari Presiden menggunakan kupon dimaksudkan agar ketertiban terjaga. Kebetulan, saat Presiden Jokowi melakukan kunker ke Sukabumi, polisilah yang diberi tugas.

“Nah, ya itu. Jadi polisi, mungkin ada babinsa atau danramil, tujuannya karena ada massa besar. Jangan sampai ada yang meninggal, pingsan, kan ini sering terjadi,” jelas Moeldoko.

Ia menambahkan, anggaran untuk bantuan Presiden sudah dialokasikan. Semua hal, termasuk metode pembagian dengan kupon, juga sudah dipertimbangkan.

“Di pos banpres ada. Kita bicarakan aspek legal gimana, metodenya gimana. Jadi bagaimana semua berjalan dengan tertib, dengan kupon juga dibicarakan,” tuturnya.

Hal itu disampaikan Moeldoko menyikapi viralnya potongan kupon bertuliskan Kupon Sembako Kunjungan Kerja Presiden RI berstempelkan Polri Resor Sukabumi. Moeldoko membenarkan adanya kupon tersebut.

Namun, soal penggunaan aparat dalam pembagian sembako, hal itu bertujuan untuk menjaga ketertiban. “Untuk menjaga ketertiban. Jadi ada polisi, danramil, babinsa karena ini ada massa besar, jangan-jangan ada yang pingsan. Ini kan bisa terjadi,” kata mantan Panglima TNI ini. (*)

Komentar

Berita Terbaru