oleh

Mucikari dan Seorang Pelaku PSK Online di Aceh di Jerat Qanun Jinayah

PENANEGERI, Banda Aceh – Pelaku prostitusi online yang dibekuk petugas Polresta Banda Aceh akhir Maret lalu yakni, seorang mucikari (germo) beserta seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) akan dikenakan hukuman cambuk.

Kapolresta Banda Aceh AKBP Riyanto Trisno kepada awak media di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (10/4) mengatakan, saat ini sudah tahap satu dan pihaknya menunggu P21 untuk diserahkan ke jaksa.

“Mucikari berinisial MRS telah ditahan di Polresta sedangkan satu PSK inisial AYU ditahan di Rutan Lhoknga,” ujar Kapolresta.

Kini ditengah masyarakat Aceh merebak isu bahwa pelaku prostitusi online telah dilepas bahkan tidak diproses hukum. Isu tersebut menyebar cepat melalui sejumlah media sosial.

Menanggapi isu tersebut Kapolresta Banda Aceh secara tegas membantah jika MRS dan AYU telah dilepas dan tidak diproses.

“Enam wanita Terduga PSK lainnya telah dipanggil ke Polresta karena di HP pelaku ada foto wajah mereka. Sehingga kita panggil untuk ditanyai. Namun mereka tidak mengakui sehingga tidak bisa diproses,” terang AKBP Riyanto Trisno.

Baca Juga  Petugas Kepolisian Kembali Mengungkap Prostitusi Online di Aceh

Kendati demikian, lanjut Kapolresta, keenam wanita terduga PSK online tersebut telah dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis. Sedangkan terhadap mucikari dan seorang PSK akan dijerat dengan Qanun Jinayah.

“Insha Allah tidak lama lama lagi masuk tahap dua, sehingga kedua pelaku dapat di kenakan Qanun Jinayah,” tandas Kapolresta.

Diberitakan sebelumnya, para terduga PSK beserta seorang germo telah di bekuk petugas PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh di salah satu Hotel wilayah Aceh Besar, Rabu (22/3) sekitar pukul 23.30 WIB lalu.

Komentar

Berita Terbaru