oleh

Museum Tsunami Aceh, Tempat Belajar dan Rekreasi yang Asyik

-Aceh-40 views

PENANEGERI, Aceh – Museum Tsunami Aceh adalah tempat mengenang kembali peristiwa guncangan dahsyat yang pernah terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam. Bencana yang tak akan pernah bisa dilupakan bangsa Indonesia itu telah memakan korban jiwa sebanyak 240.000 orang.

Museum yang digunakan untuk mengenang peristiwa yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 itu berada di pusat kota Banda Aceh tepatnya di Jalan Sultan Iskandar Muda atau kurang lebih sekitar 400 meter dari Masjid Raya Baiturrahman.

Informasi dihimpun Penanegeri.com dari berbagai sumber menyebutkan, museum spektakuler ini didesain oleh M. Ridwan Kamil, yang saat ini menjabat Walikota Bandung dan juga Gubernur Jawa Barat terpilih pada Pilkada Juni 2018 lalu. Untuk pembangunan museum ini, dana yang telah dihabiskan mencapai Rp 140 Miliar yang mana jika dilihat dari atas, museum ini menggambarkan gelombang tsunami. Dan uniknya jika dilihat dari bawah maka akan tampak seperti kapal penyelamat dengan geladak yang luas sebagai tempat penyelamatan.

Baca Juga  Silaturahmi ke Dayah, Ini yang Disampaikan Zulkifli Hasan di Aceh

Fungsi Museum

Dalam pembangunan museum dengan dana milyaran ini, seolah menjadikannya fungsi sebagai pengingat momen bersejarah yang menyakitkan pada zaman dahulu. Di museum ini digunakan sebagai tempat menyimpan semua foto-foto dan video dokumentasi yang terjadi saat gelombang tsunami menghantam Aceh. Selain itu, museum yang satu ini juga bisa digunakan sebagai tempat Escape Building atau tempat berlindung jika terjadi bencana yang sama di masa depan.

Tujuan Pembangunan Museum

Museum yang satu ini dibangun dengan tujuan agar tsunami yang pernah terjadi tak hanya dikenang dalam monumen satu ini, namun menjadi simbol kekuatan warga Aceh dalam menghadapi salah satu musibah terbesar di dunia. Dengan demikian, maka bangunan ini seolah menjadi harapan agar generasi Aceh serta semua rakyat Indonesia dimasa yang akan datang lebih banyak belajar dari peristiwa bencana tsunami yang pernah melanda Aceh dan mengakibatkan banyak korban jiwa.

Isi Museum Tsunami Aceh

Bangunan museum karya Ridwan Kamil ini terdiri dari 4 tingkat, yang pada lantai dasar terdapat ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik. Hal yang menyambut di pintu masuk yaitu berupa lorong sempit dan remang di mana terdapat pula suara air yang mengalir beserta suara Azan. Selain itu terdengar juga suara tsunami yang menjadikannya sebagai lorong renungan bagi pengunjung.

Baca Juga  Banda Aceh Diguncang Gempa 4,1 SR

Setelah melewati lorong itu, pengunjung akan dibawa keruangan berkaca yang disebut Memorial hill di mana berbagai informasi mengenai peristiwa bencana tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam terdapat di tempat itu. Kemudian, pengunjung akan dibawa ke ruangan The Light of God, yaitu sebuah ruang berbentuk sumur yang menyorotkan cahaya remang-remang. Pada puncak ruangan terlihat kaligrafi arab berbentuk tulisan ALLAH dan dibagian dinding terdapat nama-nama korban tsunami.

Selanjutnya dilantai 3, terdapat ruang geologi, perpustakaan, mushola, dan aneka toko souvenir. Diruang geologi, terdapat banyak informasi tentang tsunami dan bagaimana dulu bencana ini bisa terjadi di Aceh. Untuk gambaran mengenai hal ini dijelaskan dengan menggunakan alat simulasi yang terdapat dalam ruangan tersebut.

Sedangkan dilantai 4, merupakan tempat penyelamatan darurat atau Escape building yang bisa digunakan jika terjadi bencana tsunami lagi di waktu mendatang. Tingkat ini tidak dibuka setiap waktu dan hanya dibuka jika darurat saja.

Demikian sekilas mengenai museum tsunami Aceh. Untuk lebih jelasnya tentu anda bisa mengunjungi tempat ini dan belajar banyak hal dari museum yang spektakuler ini.

Komentar

Berita Terbaru