oleh

Nantikan Film Action Seru : ‘Merah Putih Memanggil’, akan Tayang Perdana 5 Oktober 2017

PENANEGERI, FILM – Para pembaca Pena Negeri jangan lewatkan kesempatan menonton film action drama yang seru dan bermutu dengan judul “Merah Putih Memanggil”.

Film drama-action yang penuh adegan seru ini akan segera tayang perdana pada tanggal 5 Oktober 2017 secara serentak di seluruh Bioskop terkenal di Tanah Air.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga telah meresmikan produksi film “Merah Putih Memanggil” di Gedung Suma 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/4) lalu.

Film tersebut rencananya tayang perdana pada 5 Oktober 2017 bertepatan dengan perayaan HUT TNI.

Jenderal TNI Gatot mengatakan, film ini digagas dengan tujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat dan pihak luar bahwa TNI akan selalu siap melindungi seluruh warga negara Indonesia.

“Tujuan film ini untuk menunjukkan bahwa TNI mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk melakukan operasi militer di daerah manapun,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Kami ingin meyakinkan masyarakat maupun pihak luar bahwa TNI selalu ada untuk melindungi seluruh warga negara Indonesia dari ancaman teroris,” ucapnya.

Film “Merah Putih Memanggil” bercerita tentang operasi pembebasan WNI di kapal pesiar yang disandera oleh sekelompok teroris.

Dalam proses produksinya TNI bekerjasama dengan rumah produksi ‘Tebe Silalahi Pictures’.

Film TNI Terbaru ini menggambarkan tentang Bukti Kehebatan Tentara Nasional Indonesia.

Baca Juga  Film 'Merah Putih Memanggil' jadi Pilihan Film Favorit

Film “Merah Putih Memanggil” akan menghadirkan pada para penonton pecinta film Tanah Air dengan sejumlah aksi pasukan khusus yang dimiliki TNI seperti dari Angkatan Darat , Kopassus, Taipur Kostrad, Angkatan Laut.

Tidak hanya itu yang menariknya lagi adalah film “Merah Putih Memanggil” juga menghadirkan persenjataan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI yang terbaru seperti pesawat Sukhoi SU-30 beserta para penerbangnya.

Kemudian ada kapal perang di antaranya KRI Diponegoro, dan Kapal Selam KRI Nanggala dari TNI Angkatan Laut.

Produksi film ‘“Merah Putih Memanggil”’ dilaksanakan mulai dari 29 Maret – 30 April 2017 di Gunung Bunder Selatan, Bogor dan syuting pada 2 Mei-15 Mei 2017 di Pantai Anyer, Banten dan sekitarnya.

Premier film perdana ini akan ditayangkan pada 5 Oktober 2017 mendatang. Film ini juga telah mengundang rasa ingin tahu para warga net (netizen) di media-media sosial, tentang bagaimana keseruan  adegan-adegan dalam film ini.

Film ini disutradarai Mirwan suwarso dan diproduseri oleh Jose S. Karjadi. Sementara naskah cerita atau skenarionya ditulis oleh mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara yang juga seorang purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), yakni Letjen (purn) Tiopan Bernhard Silalahi atau terkenal dengan nama TB Silalahi.

Baca Juga  Film 'Merah Putih Memanggil' jadi Pilihan Film Favorit

Rumah Produksi ‘TeBe Silalahi Pictures’ juga telah memproduksi beberapa film antaranya adalah Toba Dreams (2015), I Leave My Heart in Lebanon (2016), dan yang akan tayang perdana nanti pada peringatan HUT TNI 5 Oktober mendatang adalah “Merah Putih Memanggil”.

Berikut sinopsis jalan cerita film “Merah Putih Memanggil”:

Aksi operasi pembebasan WNI di kapal pesiar yang disandera oleh sekelompok teroris. Satu orang awak kapal ditembak mati di kapal, karena membangkang. Sementara empat awak kapal lainnya, termasuk Kapten beserta beberapa orang warga negara asing diculik. Selanjutnya, dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara tetangga.

Pimpinan penculik meminta tebusan dari negara-negara yang warga negaranya disandera, termasuk Indonesia. Setelah melakukan pendekatan dan diplomasi oleh Pemerintah Indonesia, negara tetangga tersebut akhirnya memberi izin dan kesempatan kepada TNI untuk masuk ke daerahnya untuk melakukan operasi pembebasan sandera, dengan dibatasi waktu 2×24 jam.

Dalam Film ini dikisahkan TNI melakukan operasi tertutup atau pendadakan dengan mengirimkan satu tim dari Batalyon Anti-Teror Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang diterjunkan malam hari secara “free fall“ (terjun diatas ketinggian 20.000 kaki).

Operasi tersebut dibantu oleh pesawat tempur dari TNI Angkatan Udara serta kapal-kapal perang TNI AL. Di pantai, operasi Komando Pasukan Katak TNI AL (Kopaska) dan Batalyon Marinir didaratkan. Semua satuan-satuan TNI ini akhirnya dilibatkan. Akhirnya operasi pembebasan berjalan berhasil, meskipun sempat mengalami kendala yang tidak kecil hingga jatuh korban di pihak TNI. Pasukan teroris dalam jumlah besar dapat dilumpuhkan.

Itulah cuplikan kisah Film “Merah Putih Memanggil” yang skenarionya ditulis Letjen TNI (Purn) TB Silalahi dan digarap ‘TeBe Silalahi Pictures’.

Film “Merah Putih Memanggil” diperankan oleh Verdy Bhawanta, Aryo Wahab, Restu Sinaga, Mentari De Marelle, dan Prisia Nasution, juga dibintangi oleh Maruli Tampubolon, seorang personel TNI AD

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menjelaskan, film tersebut berisikan semangat perjuangan dan konsistensi TNI dalam membela “Merah-Putih”. TNI tidak pernah mundur dan surut untuk mempertahankan keutuhan negara ini.

Menurutnya, film itu sengaja diberi judul “Merah-Putih Memanggil.” Tujuannya untuk memanggil semua anak bangsa untuk bersatu bersama, turut menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apa pun bentuk ancamannya. Juga menunjukkan kemampuan handal para prajurit TNI.

“Film ini ingin menunjukkan TNI mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk melakukan operasi militer di daerah mana pun,” tegasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru