oleh

Nelayan Natuna Merasakan Efek Penenggelaman Kapal oleh Menteri Susi

PENANEGERI, Nusantara – Efek penenggelaman kapal asing yang kerap mencuri ikan di perairan Indonesia ternyata dirasakan berdampak positif bagi nelayan Indonesia.

Hal itulah yang dirasakan oleh nelayan Pulau Natuna, seperti diberitakan oleh situs Kompas, bahwa nelayan Natuna merasakan dampak positif dari penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan dari perairan Indonesia.

Mahyu, seorang Ketua Koperasi Nelayan Pulau Subi bercerita bahwa saat ini dia sudah jarang sekali menemukan adanya nelayan asing yang masuk ke perairan Indonesia.

“Sekarang sudah jarang, kapal asing memang sudah turun cukup drastis, tidak seperti dulu,” sebut Mahyu saat ditemui di Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Natuna, Kepulauan Riau, Senin (29/1), seperti dikutip dari situs Kompas.Com.

Dia menambahkan, memang pernah menjumpai nelayan asing yang mengambil ikan di perairan Indonesia pasca kebijakan penenggelaman kapal. Namun lokasinya sudah bergeser jauh.

Bila dulu nelayan asing masih berani masuk hingga 5 mil dari garis pantai, maka setelah adanya penenggelaman kapal posisinya bergeser hingga ke 30 mil atau 40 mil dari garis pantai.

Baca Juga  Melalui Video Confrence, Kapolda Aceh Terima Perintah Peledakan Kapal dari Menteri Susi

“Kadang ada dua atau tiga kapal, ada yang Vietnam atau Thailand. Kalau dulu mereka berani sampai berjajar 20-an kapal,” ucap dia.

Maka, penenggelaman kapal yang seakan menjadi trademark Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dirasakan berdampak baik bagi sebagian nelayan di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

Tarmini, nelayan dari Desa Sedadap, Pulau Tiga, juga mengatakan tidak pernah lagi menjumpai nelayan asing saat melaut mencari ikan di perairan Natuna.

“Kalau kapal asing saya tengok sepi, tidak pernah kami jumpai sama sekali,” kata dia.

Adapun penenggelaman kapal dilakukan oleh KKP bila sudah ada putusan pengadilan negeri terhadap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Selain pemberian hukuman tersebut, KKP juga memantau perairan Indonesia menggunakan radar satelit, pelacak yang disematkan di nelayan Indonesia yang terdaftar, serta Kapal Pengawas Perikanan yang berjumlah 4 unit. (*)

Komentar

Berita Terbaru