oleh

Ngulik Kesenian Wayang Golek Berasal dari Jawa Barat

PENANEGERI, Budaya – Di negara Indonesia, wayang merupakan salah satu kesenian yang cukup populer. Bukan hanya wayang kulit, tapi ada beberapa kesenian wayang yang juga terkenal. Salah satunya yaitu Wayang Golek yang berasal dari Jawa Barat.

Siapa yang tak kenal dengan kesenian yang bernama wayang golek? Pertunjukan wayang memakai boneka kayu adalah ciri khas dari kesenian wayang ini.

Zaman dulu wayang ini sering dipakai sebagai media dakwah dalam penyebaran agama Islam. Tetapi sekarang wayang ini lebih dikenal sebagai sebuah hiburan tradisional.

Adapun sumber sejarah tentang lahirnya kesenian wayang golek memang tak banyak yang dapat kita jadikan pedoman. Akan tetapi menurut sejarawan juga seniman, mereka meyakini Sunan Kudus adalah pencetus dari kesenian wayang tersebut.

Di masa tersebut wayang ini dipakai oleh Sunan Kudus dalam syiar kepada masyarakat. Ini dilakukan agar apa yang ingin disampaikan oleh Sunan kepada masyarakat tentang hukum dan syariat agama islam bisa lebih dipahami juga diresapi oleh masyarakat.

Pengertian Wayang Golek Berasal Dari Jawa Barat yaitu salah satu kesenian wayang tradisional yang berasal dari provinsi  Jawa Barat.

Wayang ini berbeda dengan kesenian wayang yang ada di pulau jawa lainnya yang memakai kulit dalam pembuatannya. Wayang Golek ini adalah kesenian wayang yang bahan pembuatannya dari kayu. Kesenian Wayang ini khususnya di wilayah tanah pasundan ternyata sangat populer.

Dalam kesenian wayang Golek ini mulai berkembang menggunakan bahasa sunda untuk dialognya. Selain menjadi media penyebaran agama, Wayang tersebut juga berfungsi sebagai pelengkap acara syukuran ataupun ruwatan.

Sebelumnya, dalam pertunjukan Wayang Golek masih tanpa sinden untuk pengiringnya. Pada tahun 1920an pementasan wayang ini mulai diiringi sinden. Hingga kini Wayang tersebut terus dapat berkembang sebagai hiburan untuk masyarakat terutama tanah sunda.

Tokoh Wayang Golek

Salah satu wayang golek hasil kreativitas Ki H. Asep Sunandar Sunarya yaitu tokoh ‘Si Cepot’. Tokoh ini sangat populer sampai sekarang.

Dari tangan dinginnya, saat ini wayang golek bukan hanya seni yang dibilang kuno. Tapi seni tradisional ini musti terus bisa berkembang pada era modern saat ini.

Wayang ini meiliki sekitar 22 tokoh. Antara lain adalah Arjuna, Anoman. Bambang Kaca, Batara Bayu, Aswatama, Bambang Sumantri, Batara Guru, Batara Kresna, Dawala, Denawa Acung, Batara Rama, Bima, Cepot, Denawa Cilangap Dan Denawa Huntu, Gareng, Nakula Sadewa, Dewi Drupadi, Gatotkaca, Semar Badranaya, dan Yudistira.

Jalannya Pementasan

Harus memiliki lakon dan alur cerita umumnya diambil dari cerita rakyat. Juga beberapa epik yang sumbernya berasal dari ramayana ataupun mahabarata. Dengan diiringi gamelan Sunda dan memakai dialog bahasa sunda.

Pementasan ini biasanya dimanfaatkan untuk sarana dakwah mengajarkan agama Islam soal akhlak, serta propaganda dan pesan lainnya.

Komentar

Berita Terbaru