oleh

Olahraga untuk Mengenalkan Pentingnya Tujuan Global

PENANEGERI, Internasional- Dalam memperingati International Day of Sport atau Hari Olahraga Internasional pada tanggal 6 April, atlet terkenal dunia Jepang bergabung dengan kampanye yang didukung PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), untuk mempromosikan tujuan-tujuan pembangunan global (global development goals) melalui Olimpiade Tokyo dan Paralympic Games, di mana negara Jepang akan menjadi tuan rumah pada tahun 2020 mendatang.

“Mari manfaatkan Olimpiade 2020 dan Paralimpiade sebagai peluang untuk memberi tahu dunia tentang pentingnya SDGs (Sustainable Development Goals) [Tujuan Pembangunan Berkelanjutan],” kata Koji Murofushi, peraih medali emas dalam lempar martil pada Olimpiade Athena 2004, dalam pesan videonya yang dirilis oleh situs resmi PBB.

Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (The 2030 Agenda for Sustainable Development) dan 17 SDGs-nya diadopsi oleh para pemimpin dunia pada tahun 2015 sebagai cetak biru untuk mencapai planet Bumi yang sehat di mana orang dapat hidup bebas dari kemiskinan dan kelaparan pada tahun 2030.

“Saya sering melihat kemiskinan dengan mata kepala sendiri ketika saya pergi ke luar negeri untuk pertandingan tenis. Sekarang, sumbangan, mungkin satu-satunya cara saya dapat berkontribusi tetapi saya mendukung kegiatan yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan, ” kata Mai Minokoshi, seorang pemain tenis profesional, dalam pesannya.

Kampanye ini diluncurkan oleh Pusat Informasi PBB atau UN Information Centre (UNIC) di Tokyo dan Japan Sports Agency, dengan dukungan Sport for Tomorrow, usaha patungan Pemerintah-swasta, untuk memperingati Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian, setiap tahun diperingati pada 6 April – hari Olimpiade modern pertama diadakan pada tahun 1896.

Dalam Agenda 2030, peran olahraga untuk kemajuan sosial diakui sebagai ” faktor penting bagi pembangunan berkelanjutan.”

“Saya percaya Olimpiade dan Paralimpiade melambangkan perdamaian. Saya berharap untuk hari di mana semua orang dapat hidup dengan damai ”kata Taiki Morii, seorang peraih medali perak di Alpine Ski pada tahun 2018 PyeongChang Paralympic Winter Games.

Kampanye ini kini tidak hanya di Jepang, melainkan telah secara internasional, dengan Sally Conwaya asal Scotlandia, yang memenangkan medali perunggu pada cabang judo di Olimpiade Rio 2016, dan Kreshma Rasikh dari tim sepak bola wanita nasional Afghanistan, bergabung dengan barisan atlet yang menyebarluaskan pesan video mereka di platform media sosial

Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian (The International Day of Sport for Development and Peace) dicanangkan oleh Majelis Umum PBB (UN General Assembly) mulai pada tahun 2013.

Dalam pesannya, Audrey Azoulay, Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB atau UN Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), mengatakan bahwa olahraga bergantung pada konsep penghormatan, pemahaman, integrasi dan dialog, dan itu berkontribusi pada pengembangan individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, asal-usul, keyakinan dan pendapat.

“Itulah mengapa olahraga adalah forum unik untuk aksi dan refleksi  guna mengubah masyarakat kita,” katanya. (*)

Komentar

Berita Terbaru