oleh

Omzet Pedagang Peci di Aceh Tamiang Menurun

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Para pedagang peci atau lobe di sepanjang Jalan A Yani, Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang tampak kurang bergairah. Pasalnya, omzet penjualan peci pada bulan Ramadhan tahun ini menurun hingga 50 persen. Padahal menjelang Ramadhan tahun 2017 lalu, mereka bisa meraup untung besar dari penjualan peci tersebut.

“Biasanya menjelang hingga awal Ramadhan pendapatan bisa mencapai Rp 3.000.000. Di Ramadhan tahun ini turun, cuma Rp 1.000.000,” ungkap Supriadi pedagang peci yang dijumpai Penanegeri.com dilapaknya, Sabtu (26/5) sore.

Ia menyebutkan, Ramadhan tahun lalu penjualan peci bisa laku 10 buah/hari, termasuk topi dan lobe sekitar 20 buah/hari. Dari penjualan itu para pedagang bisa mendapatkan omzet mencapai Rp 700.000 dalam sehari.

“Tapi Ramadan tahun ini penjualan peci hampir disemua pedagang turun separuhnya dengan omzet Rp 300.000/hari,” beber Supriadi.

Produk peci dan lobe yang ia jual harganya bervariasi tergantung bahan dan motifnya. Harga peci model songkok misalnya, dibandrol Rp 50.000 hingga Rp 70.000/buah (paling mahal), sedangkan untuk lobe harganya lebih terjangkau yakni, Rp 20.000 hingga Rp 45.000/buah.

Baca Juga  Pon Joho dan Si Teh, Kecam Orasi TA Khalid di Tamiang

“Kita ambil barang secara grosiran kebanyakan dari Medan, Sumatera Utara. Ada juga peci motif khusus yang dari Banda Aceh,” imbuhnya.

Supriadi mengaku sudah 13 tahun berjualan peci dan topi di emperan kaki lima Kota Kualasimpang. Namun sayang, sebagai pedagang tetap dia dan rekan seprofesinya luput dari perhatian pemerintah daerah. Selain sering kena gusur penertiban Satpol PP, mereka tidak pernah mendapatkan bantuan modal usaha dari instansi terkait.

Sering kali para pelaku usaha kecil menengah (UKM) tersebut terpaksa menjual harta bendanya untuk modal berdagang.

“Saya pribadi untuk modal jualan menyambut puasa dan Lebaran tahun ini terpaksa jual emas istri. Kami sangat berharap ada bantuan modal seperti sistem simpan pinjam dari pemerintah untuk meneruskan usaha kedepan, karena kami pedagang tetap disini, bukan musiman,” keluh pria paruh baya tersebut. (acn)

Komentar

Berita Terbaru