oleh

Orang dengan Obesitas lebih Cenderung Merokok

PENANEGERI, Kesehatan – Penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang secara genetika cenderung kelebihan berat badan (obesitas) memiliki risiko lebih tinggi untuk merokok, – dan mereka cenderung merokok lebih dari rata-rata-, demikian diungkapkan oleh para ilmuwan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada hari Rabu 16 Mei 2018.

Menurut Dr. Paul Brennan dari IARC (International Agency for Research on Cancer) atau Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, menyatakan sekitar 70 gen telah diidentifikasi untuk pertama kalinya yang dapat menjelaskan perilaku ini.

IARC (International Agency for Research on Cancer) adalah badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang dimandatkan untuk melakukan penelitian tentang penyebab kanker, dan pencegahannya.

Penelitian, yang diterbitkan pada Kamis di British Medical Journal, dan didanai oleh Cancer Research UK, menemukan bahwa peningkatan indeks massa tubuh atau body mass index (BMI), persentase lemak tubuh dan bahkan lingkar pinggang, dikaitkan dengan “risiko lebih tinggi menjadi perokok, dan dengan intensitas merokok yang lebih besar, diukur dengan jumlah rokok yang dihisap per hari ”.

“Berdasarkan penanda genetik obesitas, penelitian ini memungkinkan kita untuk lebih memahami hubungan kompleks yang penting antara obesitas dan kebiasaan merokok ,” kata Dr Brennan, sebagai seorang ahli epidemiologi genetik dengan IARC, dan salah satu penulis studi.

Dia menambahkan bahwa penelitian yang menunjukkan hubungan antara massa tubuh (body mass index) dan merokok, juga menyarankan bahwa mungkin ada “dasar biologis umum untuk perilaku adiktif, seperti kecanduan nikotin dan asupan energi yang lebih tinggi”.

Dr. Brennan juga mencatat bahwa dalam memahami hubungan dengan lebih baik, penelitian itu juga bisa berguna sebagai alat untuk membantu orang berhenti merokok – kebiasaan yang membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahun, menurut WHO.

Sudah diketahui bahwa perokok memiliki berat badan yang lebih rendah daripada rata-rata perokok, mungkin karena nafsu makan berkurang, tetapi banyak yang bertambah berat badan setelah mereka berhenti merokok.

“Namun, di kalangan perokok, mereka yang merokok lebih intensif, cenderung lebih berat (badannya),” kata IARC.

Direktur IARC, Dr. Christopher Wild, mengatakan bahwa “pencegahan merokok adalah kunci untuk mengurangi beban global kanker dan penyakit kronis lainnya, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes”.

Dia menambahkan bahwa obesitas adalah salah satu penyebab paling dapat dicegah dari penyakit kronis tersebut. “Hasil baru ini memberikan wawasan yang menarik tentang manfaat potensial dari penanganan bersama faktor-faktor risiko ini.” (*)

Komentar

Berita Terbaru