oleh

Pandangan Negatif Terhadap Pengidap HIV/Aids

-Aceh-20 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Pengidap HIV/Aids kebanyakan enggan mencari solusi untuk berobat karena khawatir muncul stigma negatif jika diketahui masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten (KPAK) Aceh Utara dalam sebuah acara sosialisasi di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/11).

“Mereka tidak akan melapor atau berobat ke rumah sakit karena khawatir ketahuan oleh masyarakat yang nantinya bakal muncul stigma negatif terhadap mereka. Ini yang sering terjadi,” sebut Sekretaris KPAK, Cut Ratna Irawati dalam kegiatan itu.

Cut Ratna mengatakan, pengidap HIV/Aids di tengah-tengah masyarakat kerap dianggap sebagai pecandu obat-obat terlarang dan tersandung seks bebas. Namun adakalanya pengidap penyakit mematikan tersebut akibat tularkan dari orang lain.

“Terkadang ada pengidap penyakit itu merupakan kalangan orang baik, misalnya ibu rumah tangga bahkan ada bayi. Mereka korban tularkan dari orang lain. Stigma ini sangat merugikan mereka,” ujarnya di depan para pejabat pemerintah kabupaten dan para camat.

Cut Ratna memberi gambaran, pengidap HIV/Aids secara substansialnya bisa diumpamakan mati dua kali jika penyakit yang dialaminya diketahui masyarakat luas.

“Mereka mati metal karena tidak diterima bersosialisasi dalam masyarakat dan kemudian mati (meninggal) setelah digerogoti penyakit ini. Padahal penderitanya bisa bertahan hidup jika rutin mengkonsumsi obat, sama seperti penderita penyakit lainnya. Tapi kenapa penderita penyakit lain diterima dengan baik di tengah masyarakat,  sementara pengidap HIV/Aids malah ada yang diusir dari tempat tinggal mereka,” jelasnya.

Cur Ratna berharap masyarakat dapat mengenali seluk beluk penyakit yang membahayakan ini. Dia juga berharap masyarakat terus menjaga keluarganya masing-masing agar tidak menjadi korban imbas penyakit ini.

Komentar

Berita Terbaru