oleh

Para Wartawan di Timika Gelar Unjuk Rasa Damai di Mapolres Mimika

PENANEGERI, Papua – Puluhan wartawan di Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menggelar aksi demo damai di Polres Mimika, Senin (13/11) guna menuntut penyelesaian atas kasus pemukukan terhadap wartawan Saldi Hermanto.

Para wartawan yang melakukan aksi unjuk rasa damai yang dimulai pagi hari sekitar pukul 09.00 WIT ini, dikoordinir oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika.

Para insan jurnalis Timika juga membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan sikap kepada aparat penegak hukum untuk segera memproses para pelaku yang menganiaya korban Saldi Hermanto hingga babak belur.

Dalam orasinya, para Wartawan di Timika memprotes keras pemukulan yang dilakukan oknum polisi terhadap Saldi di Kantor Pos Pelayanan Terpadu di Jalan Budi Utomo dan di Kantor Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih, Sabtu (11/11) malam.

Sebelum menggelar aksi demo, puluhan wartawan berkumpul di depan Kantor Sat Lantas Polres Mimika, dimana tempat tersebut Saldi Hermanto dibawa oknum polisi yang kemudian menganiayanya.

Baca Juga  Wartawan di Timika Papua Dipukuli Oknum Polisi

Saat membawa Saldi secara paksa, oknum polisi yang berjumlah enam orang memakai seragam lengkap dan membawa senjata. Saldi juga dibawa menggunakan mobil patroli Shabara Polres Mimika.

Timika

Untuk penyelesaian kasus ini maka PFI Timika membuat pernyataan sikap terhadap pengeroyokan Saldi Hermanto. PFI Timika mengutuk keras aksi pengeroyokan yang dilakukan oknum anggota polisi yang diduga dari Satuan Sabhara Polres Mimika (Dalmas) terhadap Koordinator Hukum dan Advokasi, PFI Timika, Saldi Hermanto pada Sabtu (11/11).

Berdasarkan kronologis kejadian, Saldi dijemput paksa oknum polisi, menggunakan seragam lengkap dengan membawa senjatanya dan mengendarai mobil patroli. Setelah itu Saldi dibawa ke pos dan dikeroyok beramai-ramai.

PFI Timika menegaskan aksi itu adalah bentuk teror terhadap masyarakat sipil yang dilakukan oleh oknum polisi yang punya jargon Pengayom dan Pelindung Masyarakat. Mengingat arti teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan.

Polisi yang seharusnya jadi pengayom dan pelindung masyarakat. Tapi bagi oknum-oknum tertentu, justru seragam dan senjata digunakan sebagai alat untuk melakukan persekusi. Aksi yang dengan sengaja menyasar wartawan seperti ini tidak bisa dibenarkan apapun alasannya.

Baca Juga  Wartawan di Timika Papua Dipukuli Oknum Polisi

Dengan adanya kejadian ini, dengan tegas PFI Timika menyampaikan sikapnya sebagai berikut :

1. Mengutuk keras tindakan pengeroyokan wartawan yang dilakukan oknum polisi tanpa mengindahkan aturan dan hukum yang berlaku.
2. Menuntut transparansi proses hukum terhadap oknum pelaku pengeroyokan beserta atasan yang memberikan perintah
3. Meminta pada Kapolri, Jendral Tito Karnavian untuk mengevaluasi pembinaan anggota di Polda Papua hingga Polres Mimika.
4. PFI Timika akan terus mengawal kasus pengeroyokan hingga ada kejelasan hukum terhadap pelaku dan pihak-pihak terkait.

Juru bicara wartawan pendemo, Husein Abdilah dalam orasinya mengatakan aksi sekelompok oknum anggota polisi tersebut merupakan tindakan premanisme yang tidak menunjukan citra polisi sebagai institusi pengayom dan abdi masyarakat.

Massa juga menuntut agar Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon segera menggelar konferensi pers terkait tindakan yang dinilai tidak manusiawi yang dilakukan oleh oknum aparat.

Timika

Sementara itu, Ketua PFI Timika Ali Nur Ichsan mengatakan apa yang menimpa seorang wartawan saat ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi kepada wartawan lain jika kepolisian tidak dapat menuntaskan kasus tersebut secara terbuka dan transparan.

Baca Juga  Wartawan di Timika Papua Dipukuli Oknum Polisi

Menanggapi tuntutan para wartawan dalam aksi unjuk rasa damai, Kapolres Mimika Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon mengatakan bahwa pihaknya menyesal atas peristiwa tersebut dan sekali lagi memohon maaf atas nama pribadi dan institusi sebagai Kapolres Mimika.

AKBP Victor juga mengatakan bahwa ia merasa sedih dan menegaskan bahwa hal ini tidak akan terulang lagi. Berkaitan dengan proses hukum pelaku, menurut Victor akan diadili sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu wartawan dipersilahkan untuk terus mengawal proses hukum yang digelar terkait peristiwa itu.

“Saya berharap perisitiwa ini tidak merusak silaturahmi kita karena bagaimanapun saya, institusi kepolisian sangat membutuhkan sekali perhatian rekan-rekan terhadap institusi Kepolisian untuk kebaikan kita semua,” ujar Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon. (*)

Komentar

Berita Terbaru