oleh

Pasca Serangan Misil AS di Al-Shayrat, Kapal Perang Rusia Siaga di Tartus, Syria

PENANEGERI- Desk International – Guna merespon serangan misil Amerika Serikat ke Pangkalan Udara Al-Shayrat baru-baru ini,  sebuah kapal perang Rusia berkelas fregat yakni ‘Laksamana Grigorovich’ telah dikerahkan dari Laut Hitam untuk menuju pelabuhan Tartus di Syria, yang juga merupakan pangkalan angkatan laut Rusia di Syria.

“Kapal akan beroperasi di wilayah tersebut sesuai dengan perubahan situasi militer,” lapor media pemerintah Rusia.

Kapal Tempur Laksamana Grigorovich  hadir dengan persenjataan lengkap, membawa rudal jelajah, sistem pertahanan rudal, artileri, senjata anti-pesawat, torpedo dan helikopter.

Kapal Tempur Rusia Laksamana Grigorovich, yang sebelumnya melewati Selat Inggris dalam perjalanan untuk mengebom Aleppo, Syria yang dikuasai oleh pemberontak oposisi Syria,  adalah salah satu dari sedikitnya enam kapal perang Rusia dan empat kapal dukungan di Mediterania timur.

Kapal perang Rusia ini Admiral Grigorovich dipersenjatai dengan ‘Kalibr’ yang merupakan rudal jelajah canggih.

Menurut versi resmi, kapal itu menuju pelabuhan Suriah Tartus pada pelayaran rutin, kantor berita Rusia TASS melaporkan Jumat (7/4), mengutip sumber militer-diplomatik.

“Kapal Rusia dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr akan mengunjungi basis logistik di Tartus, Suriah,” kata sumber itu, menurut TASS. Kapal itu sedang dekat selat Laut Hitam, TASS melaporkan. Kapal melanjutkan perjalanan setelah berhenti di Novorossiisk untuk persediaan dan mengambil bagian dalam latihan bersama dengan kapal Turki di Laut Hitam.

Seperti telah diberitakan, Moskow mengutuk pemboman Amerika di pangkalan Al- Shayrat sebagai pelanggaran hukum internasional dan berjanji untuk memperkuat pertahanan udara rezim Bashar Al Assad.

“Untuk melindungi objek yang paling sensitif dalam infrastruktur Suriah serangkaian langkah-langkah akan segera dilaksanakan untuk memperkuat dan meningkatkan efektivitas sistem pertahanan udara angkatan bersenjata Suriah,” kata kementerian pertahanan Rusia.

Sementara  perwakilan Amerika dan Rusia berdebat sengit pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada Jumat malam, dengan duta besar AS untuk PBB Nikki Haley tetap berargumentasi pada adanya senjata kimia di Syria.

Nikki Haley mengatakan kepada para delegasi, bahwa Washington telah mengambil “langkah yang sangat terukur”, menambahkan: “Kami siap untuk melakukan lebih. Tapi kami berharap bahwa tidak akan diperlukan.” (*)

Komentar

Berita Terbaru