oleh

Pasukan Irak Gempur pertahanan ISIS Terakhir di Mosul

PENANEGERI, Desk Internasional- Pasukan Pemerintah  Irak telah melancarkan serangan luas di daerah-daerah pertempuran di kota Mosul, untuk mendorong kelompok ISIS keluar dari kantung pertahanan terakhir ISIS di Mosul, Sabtu (27/5).

Serangan tentara Irak ini untuk menutup kantung-kantung wilayah yang tersisa yang masih diduduki oleh kelompok ISIS di Mosul.

Tentara Irak melakukan serangan besar pada hari Sabtu (27/5) untuk merebut kembali tiga lingkungan yang dimiliki ISIL di utara Kota Tua Mosul. Serangan ini adalah gerakan terbaru dalam pertempuran selama tujuh bulan untuk mendesak ISIS  keluar dari Mosul sebagai ‘ibukota de facto’ kelompok tersebut.

“Pasukan tentara menyerang lingkungan Al-Shifaa dan Rumah Sakit Republik, polisi federal menyerang lingkungan Al-Zinjili, dan pasukan Kontra Terorisme menyerang lingkungan Al-Saha al-Oula,” ujar Komando Operasi Gabungan mengatakan dalam sebuah pernyataan, berbicara mengenai lokasi di Tepi barat Sungai Tigris.

Lingkungan pertempuran di Kota Tua Mosul  memiliki jalan sempit dan bangunan dengan jarak yang dekat yang menimbulkan tantangan signifikan bagi pasukan Irak yang berusaha  mendesak ISIS keluar Mosul.

Baca Juga  Pasukan Irak Rebut Kembali Hawija dari Kelompok ISIS

Perserikatan Bangsa-Bangsa dari sekretaris jenderal organisasi untuk urusan kemanusiaan, Stephen O’Brien menyatakan “keprihatinan mendalam” terhadap ratusan ribu warga sipil yang terjebak di belakang garis pertahanan ISIS, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (27/5)

“Meskipun PBB tidak hadir di daerah di mana pertempuran terjadi, kami telah menerima laporan keluarga yang sangat mengganggu yang ditutup di dalam rumah yang dirusak jebakan dan anak-anak yang ditargetkan secara sengaja oleh penembak jitu,” katanya.

PBB pekan lalu mengatakan hingga 200.000 lebih orang bisa melarikan diri dari Mosul saat pertempuran memanas.

Sekitar 700.000 orang, sekitar sepertiga dari populasi kota telah melarikan diri, mencari perlindungan baik dengan teman dan keluarga atau di kamp-kamp pengungsi.

Angkatan udara Irak menjatuhkan selebaran pada hari Jumat mendesak penduduk di daerah kantong untuk melarikan diri

Pasukan Irak pada hari Sabtu juga mendesak masuk ke kantong ISIS terakhir di Mosul barat, menurut seorang komandan tertinggi Irak.

“Pasukan gabungan telah pindah pagi untuk menangkap kembali daerah bebas lainnya,” Letnan Jenderal Abdul-Amir Yarallah, komandan kampanye militer Mosul, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga  Satu dari Empat Anak di Irak Terkena Dampak Konflik

Dia mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan distrik Al-Shifa, Al-Mostashfa Al-Jomhuri, Zinjili dan Al-Sehha Al-Oula di bagian barat kota.

Sejak Oktober 2016, pasukan Irak melancarkan operasi militer skala besar untuk menyingkirkan Daesh (ISIS/ISIL)  dari Mosul, kubu utama terakhir kelompok teroris ISIS di Irak. (*)

Komentar

Berita Terbaru