oleh

PBB : Banyak Pencapaian Kemanusiaan di Mosul setelah bebas dari Cengkeraman Teroris ISIS

PENANEGERI, Internasional- PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menyatakan ada banyak pencapaian kemanusiaan, satu tahun setelah pengusiran ISIL/ISIS dari kota Mosul.

Satu tahun setelah pembebasan kota Mosul Irak dari kelompok teroris ISIL/ISIS, PBB pada hari Sabtu menandai peringatan setahun dengan “banyak pencapaian kemanusiaan” dan “banyak tantangan”.

“Satu tahun kemudian, banyak prestasi kemanusiaan dapat diamati,” kata Marta Ruedas, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Irak, seperti dirilis oleh situs resmi PBB (21/7).

Hari Sabtu (21/7) menandai berakhirnya operasi militer oleh pasukan keamanan Irak untuk merebut kembali Mosul dari tangan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL/ISIS).

Pendudukan Mosul oleh ISIL/ISIS dimulai dari bulan Juni 2014 hingga Juli 2017 yang menyebabkan bencana kemanusiaan dengan penderitaan manusia yang sangat besar dan kehancuran fisik yang luar biasa.

Hampir satu juta orang terpaksa melarikan diri dari konflik di Mosul.

Penilaian yang dilakukan oleh PBB dan mitra kemanusiaannya menemukan bahwa rumah sakit, jembatan, sekolah, pengolahan air dan pembangkit listrik terkontaminasi dengan bahaya peledak dan bahan peledak improvisasi (IED : improvised explosive devices) yang ditinggalkan oleh ISIL/ISIS.

“Hampir 870.000 orang kini telah kembali ke Mosul,” kata Ruedas.

Prestasi penting oleh manusia termasuk diantaranya adalah :

Badan pengungsi PBB, yang dikenal secara resmi sebagai Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau UN High Commissioner for Refugees (UNHCR), telah mendirikan enam kamp untuk pengungsi warga Mosul di Ninewa dan di wilayah Kurdistan.

Lembaga migrasi PBB, atau Organisasi Internasional untuk Migrasi atau International Organization for Migration (IOM), telah mendirikan dua pusat sumber daya masyarakat di Mosul untuk memfasilitasi reintegrasi para pengungsi yang kembali.

Yayasan Anak-Anak PBB atau UN Children’s Fund (UNICEF) telah membantu merehabilitasi sepertiga dari 638 sekolah yang telah dibuka kembali dan memungkinkan lebih dari setengah juta anak perempuan dan anak laki-laki untuk kembali ke sekolah-sekolah lokal.

Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) dan pemerintah telah menyediakan makanan sekolah darurat untuk 87.000 anak sekolah di 145 sekolah dasar dan empat taman kanak-kanak di Mosul Barat dari Maret hingga Mei.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menempatkan 53 ambulans di Ninewa, dan memindahkan dua rumah sakit lapangan untuk memberikan layanan kesehatan darurat kepada orang-orang yang kembali di Mosul Barat.

Yayasan Populasi PBB atau UN Population Fund (UNFPA) mendukung 16 klinik perawatan kesehatan primer dengan menyediakan hampir 800.000 konsultasi kesehatan reproduksi untuk perempuan dan anak perempuan, dan menyebarkan enam klinik dan tim kesehatan reproduksi yang bergerak .

Program Pembangunan PBB atau UN Development Programme (UNDP) telah membantu membangun kembali infrastruktur dan bekerja untuk membangun kembali jaringan listrik yang akan menjaga kesehatan, pendidikan dan pasokan air yang mengalir di Mosul.

Layanan Aksi Pembersih Ranjau atau UN Mine Action Service (UNMAS) telah menghilangkan lebih dari 43.700 bahaya ledakan, termasuk 1.000 peralatan peledak yang diimprovisasi dari jalan, jembatan, sekolah, universitas, rumah sakit, klinik, instalasi pengolahan air dan bangunan kota.

Program Pemukiman Manusia PBB atau Human Settlements Programme dikenal juga sebaga UN-Habitat telah merehabilitasi 257 rumah yang rusak konflik di Mosul Barat, yang memungkinkan hampir 3.000 orang untuk pulang.

Terlepas dari pencapaian ini, kebutuhan kemanusiaan yang luas tetap ada di Mosul dan di seluruh Irak.

“Meskipun berbesar hati melihat kehidupan kembali ke Mosul, hampir 2 juta orang di Irak tetap terlantar dan mereka yang telah memilih untuk kembali ke kota dan daerah-daerah bebas lainnya menghadapi banyak tantangan,” kata Ruedas.

Rencana Tanggap Kemanusiaan 2018 untuk yang paling rentan 3,4 juta orang hanya 54 persen didanai.

Para pekerja kemanusiaan akan sangat membutuhkan tambahan $ 260,5 juta untuk mengatasi kebutuhan kritis rakyat Irak. (*)

Komentar

Berita Terbaru