oleh

PBB Kecam Serangan Teroris Terhadap Asrama Perguruan Tinggi di Pakistan

PENANEGERI, Internasional – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres pada hari Jumat, 1 Desember 2017 mengecam serangan teroris terhadap sebuah asrama sebuah perguruan tinggi di Peshawar, Pakistan utara pada hari yang sama, Jumat (1/12), yang menewaskan belasan orang dan melukai banyak lainnya.

“Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang berduka dan kepada Pemerintah dan rakyat Pakistan. Dia berharap pemulihan cepat terhadap yang terluka,” dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Juru Bicara Stephane Dujarric, menyusul serangan yang terjadi di kota Peshawar ketika puluhan orang berkumpul untuk merayakan ‘Eid al Milad-un Nabi’ atau Maulid Nabi sebuah hari libur umat Islam.

Serangan di sebuah asrama di Pakistan ini terjadi ketika pembom bunuh diri menyerang sebuah kompleks pemerintah yang didalamnya terdapat sebuah perguruan tinggi  di Pakistan pada hari libur nasional pada hari Jumat (1/12).

Sedikitnya 37 lainnya luka-luka dalam serangan tersebut, menurut polisi, dan sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan di Institut Pelatihan Pertanian di Peshawar, sebuah kota di Pakistan utara, dalam sebuah serangan yang diklaim oleh Taliban Pakistan, Jumat (1/12).

Enam siswa termasuk di antara korban tewas, ditambah tiga orang lainnya dan empat penyerang, yang tiba di tempat dengan kendaraan bermotorl

Atas serangan ini kelompok ‘Tehreek-e-Taliban Pakistan’, mengklaim bahwa pihaknya tidak menargetkan sekolah tersebut, namun sebuah rumah aman (safe house) milik Intelijen Inter-Services Pakistan (ISI) di wilayah yang sama.

Penyerang tersebut sampai di gerbang sebuah institut untuk pelatihan dan penelitian pertanian di Peshawar sebelum melepaskan tembakan dan menerobos bangunan asrama bagi siswa dan guru di lokasi tersebut.

“Tiga pembom bunuh diri yang dipersenjatai dengan senapan serbu AK-47 dan granat tangan memasuki asrama dan melepaskan tembakan ke arah para siswa sebelum memicu jaket berisi bahan peledak,” kata kepala polisi di Peshawar.

Serangan mematikan tersebut terjadi pada hari Maulid Nabi, sebuah liburan besar umat Islam yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Seorang saksi mata kepada media menyatakan bahwa dirinya sedang tidur ketika serangan mendadak itu terjadi.

“Saya tidur di kamar saya bersama rekan saya yang lain,” kata mahasiswa Zulfiqar Ahmad. “Kemudian tembakan berat membuat kami terbangun dan saat keluar dari ruangan, saya melihat tiga orang bersenjata menembaki orang,” katanya.

Seorang saksi mata lainnya baru saja Sholat Subuh ketika serangan mematikan ini terjadi.

Saksi mata bernama Tajamul Hussain mengatakan bahwa dia baru saja kembali ke kamarnya setelah sholat subuh saat mendengar penembakan di asrama.

“Saya segera meninggalkan ruangan saat mendengar tembakan dan melihat dua orang bersenjata menembaki lantai dasar,” kata remaja berusia 18 tahun itu. Hussain lalu lari keluar dari belakang bangunan untuk menyelamatkan diri. (*)

Komentar

Berita Terbaru