oleh

PBB Khawatir di Myanmar telah Terjadi Genosida Pembersihan Etnis Rohingya

PENANEGERI, Desk Internasional – Pejabat tinggi hak asasi manusia PBB telah mengecam tindakan Myanmar terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, yang menurutnya “jelas tidak proporsional” dengan serangan milisi yang dilakukan bulan lalu.

Zeid Ra’ad al-Hussein, selaku United Nations High Commissioner for Human Rights atau Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa pada hari Senin (11/9), mengatakan bahwa lebih dari 270.000 orang etnis Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, dengan lebih banyak terjebak di perbatasan, di tengah laporan pembakaran desa-desa dan pembunuhan di luar hukum.

“Saya meminta pemerintah untuk mengakhiri operasi militernya yang kejam, dengan pertanggungjawaban atas semua pelanggaran yang telah terjadi, dan untuk membalikkan pola diskriminasi yang parah dan meluas terhadap populasi Rohingya,” kata Zeid seperti diberitakan kantor berita Al Jazeera.

Zeid mengibaratkkan apa yang terjadi pada etnis minorotas Rohingya di Myanmar ini mirip dengan apa yang dikenal sebagai pembersihan etnis.

“Situasinya tampak sebagai mana contoh dalam buku teks tentang pembersihan etnis,” ujarnya prihatin.

Baca Juga  Kondisi Belum Memungkinkan Untuk Kepulangan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Peringatan pemimpin PBB tersebut terjadi sehari setelah menteri luar negeri Bangladesh Abul Hassan Mahmud Ali mengatakan bahwa “genosida” sedang berlangsung di negara bagian Rakhine yang dilanda kekerasan tersebut.

“Komunitas internasional mengatakan bahwa ini adalah genosida. Kami juga mengatakan bahwa ini adalah genosida,” Menlu Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan kepada wartawan setelah memberikan keterangan kepada para diplomat di Dhaka pada hari Minggu (10/9).

Menlu Ali menggambarkan tindakan menyusul serangan terhadap pasukan keamanan pada 25 Agustus sebagai “balas dendam” oleh pasukan Myanmar.

“Haruskah semua orang dibunuh? Haruskah semua desa dibakar? Tidak dapat diterima,” katanya, menambahkan bahwa pemerintah Bangladesh sedang mencari solusi damai.

“Kami tidak menciptakan masalah, karena masalah dimulai di Myanmar, itu sebabnya mereka harus menyelesaikannya. Kami telah mengatakan bahwa kami akan membantu mereka,” katanya, menambahkan bahwa masalah tersebut menjadi makin meningkat akhir-akhir ini.

Komentar menteri tersebut disampaikan saat ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Bangladesh mengatakan bahwa tokoh-tokoh terkemuka di Myanmar dapat diadili karena “genosida” di sebuah pengadilan internasional.

Baca Juga  Jumlah Pengungsi Rohingya makin Bertambah, Sudah Tembus Angka 536.000 Jiwa

“Cara genosida telah dilakukan di Myanmar, cara orang-orang terbunuh dalam serangan pembakaran, kami berpikir untuk mendesak persidangan di sebuah pengadilan internasional,” kata Kazi Reazul Hoque dari Hak Asasi Manusia NHCR pada hari Minggu (10/9) saat mengunjungi sebuah kamp pengungsi di distrik Cox’s Bazar Bangladesh, dekat perbatasan dengan Myanmar.

“Kami akan mengambil keputusan setelah menilai langkah-langkah apa yang harus diambil untuk itu, dan pada saat bersamaan kami mendesak masyarakat internasional untuk membantu,” kata Hoque. (*)

Komentar

Berita Terbaru