oleh

PBB Kirim Bantuan ke Papua Nugini

PENANEGERI, Internasional- Sebulan setelah terjadinya bencana gempa di Papua New Guinea, PBB memberikan bantuan kemanusiaan.

Satu bulan setelah gempa bumi dahsyat melanda Papua Nugini, PBB mengatakan bahwa “kehidupan anak-anak berada dalam bahaya” karena akses ke desa-desa terpencil yang terkena dampak gempa di seluruh medan yang luas dan berat tetap menjadi tantangan besar.

Menurut Pemerintah setempat, diperkirakan 270.000 orang masih membutuhkan bantuan mendesak, termasuk 125.000 anak-anak, setelah gempa berkekuatan 7,5 pada 26 Februari 2018 lalu yang menewaskan sedikitnya 100 orang dan melukai lebih banyak lagi di tanah longsor dan rumah-rumah ambruk di empat daerah terpencil di provinsi negara kepulauan Pasifik itu.

Kehidupan anak-anak dalam bahaya. Dengan akses terbatas ke kebutuhan dasar, keluarga berjuang untuk bertahan hidup di tempat penampungan yang padat, atau untuk membangun kembali rumah dan kebun makanan.

“Kehidupan anak-anak dalam bahaya,” kata Karen Allen, dari perwakilan UNICEF ( UN Children’s Fund) untuk negara tersebut seperti diberitakan situs resmi PBB, (26/3).

“Dengan akses terbatas ke kebutuhan dasar, keluarga berjuang untuk bertahan hidup di tempat penampungan yang padat, atau membangun kembali rumah dan kebun makanan.”

Minggu lalu saja, UNICEF telah mengirimkan 23 ton bahan bantuan kepada bangsa, termasuk tenda dan terpal, tablet pemurnian air, perlengkapan kebersihan, selimut dan alat belajar.

Sampai saat ini, UNICEF telah mengirimkan 12.000 paket makanan terapeutik dan vaksin yang cukup untuk melindungi 31.700 orang anak-anak terhadap peningkatan risiko wabah penyakit dan kekurangan gizi.

Papua Nugini sudah memiliki cakupan vaksinasi yang rendah dan tingkat tertinggi keempat di dunia anak-anak yang kekurangan gizi kronis.

UNICEF bekerja dengan Pemerintah dan mitra untuk memastikan pasokan bantuan kemanusiaan didistribusikan kepada masyarakat yang terkena dampak secepat mungkin. UN Population Fund (UNFPA), Organisasi Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) dan UN Women juga ada di lapangan untuk memberikan bantuan.

UNICEF membutuhkan dana sekitar $ 14.6 juta untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada anak-anak dan keluarga yang terkena dampak gempa bumi selama sembilan bulan ke depan.

Saat laporan ini diturunkan, negara pulau itu, pada sistem sesar seismik, telah mengalami percikan aktivitas, dengan gempa berkekuatan 6,6 beberapa jam lalu, menurut laporan media.

Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-2030 (The Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030), yang diadopsi pada Konferensi Dunia di Sendai, Jepang, pada Maret 2015, bertujuan untuk secara substansial mengurangi angka kematian bencana global dan jumlah orang yang terkena dampak pada tahun 2030. (*)

Komentar

Berita Terbaru