oleh

PBB lakukan Penyelidikan Khusus Terhadap Serangan pada Pasukan Perdamaian di Timur DRC

PENANEGERI, Internasional – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan penyelidikan khusus terhadap peristiwa serangan pada sebulan lalu, yang mengakibatkan 15 orang anggota pasukan perdamaian PBB tewas, dan puluhan lainnya cedera dalam serangan tunggal di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC – Democratic Republic of Congo).

Menurut juru bicara Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada hari Jumat (6/1) seperti yang dirilis oleh situs resmi PBB, mengumumkan pengangkatan pejabat penjaga perdamaian PBB, Dmitry Titov dari Rusia untuk memimpin Investigasi Khusus ke wilayah Beni di Provinsi Kivu Utara, di DRC (Democratic Republic of Congo).

Penyelidikan tersebut akan mencakup fokus pada Misi Stabilisasi Organisasi PBB di DRC (MONUSCO) di Semuliki yang menewaskan 15 orang pasukan pemelihara perdamaian dan melukai 43 lainnya. Satu anggota pasukan perdamaian PBB masih hilang.

PBB mengatakan bahwa penyelidikan khusus akan memeriksa keadaan seputar serangan tersebut, mengevaluasi kesiapan dan tanggapan MONUSCO (Mission de l’Organisation des Nations Unies pour la Stabilisation en République Démocratique du Congo) secara keseluruhan terhadap kejadian.

Baca Juga  Pakar IT Hermansyah Diserang Orang Tak Dikenal di Tol

Tim investigasi akan berangkat ke DRC pada awal Januari dan juga akan mengunjungi negara-negara yang relevan di wilayah Great Lakes Afrika. Di samping para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa, tim tersebut juga akan terdiri dari dua perwira militer dari Tanzania.

Setelah bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1991, Dmitry Titov menjabat sebagai Asisten Sekretaris Jenderal untuk Lembaga Hukum dan Keamanan (Rule of Law and Security Institutions) di Departemen Operasi Perdamaian PBB (Department of Peacekeeping Operations – DPKO) dari tahun 2007 – 2017. Dia juga menjabat sebagai Direktur Afrika di Kantor Operasi DPKO .(*)

Komentar

Berita Terbaru