oleh

PBB Sambut Baik Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika (African Continental Free Trade Area)

PENANEGERI, Internasional -Sekjen PBB António Guterres mengatakan PBB siap mendukung ‘lompatan ke sejarah’ benua Afrika tersebut.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menyambut baik penandatanganan perjanjian perdagangan bebas kontinental (continental free trade agreement) di Afrika yang telah menciptakan salah satu blok perdagangan terbesar di dunia dengan anggota lebih dari 50 negara.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pemimpin Afrika untuk mengambil lompatan  dalam sejarah dengan menandatangani Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika (African Continental Free Trade Area),” kata Sekjen PBB António Guterres dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (22/3), seperti dirilis oleh situs resmi PBB.

“Ini adalah langkah penting menuju pencapaian Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals -SDGs) dan mewujudkan agenda perdamaian dan kemakmuran Afrika.”

Dalam pernyataan itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga menggarisbawahi bahwa seluruh sistem PBB siap untuk mendukung benua itu, ketika bergerak menuju mulai berlakunya Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Area) dalam beberapa bulan mendatang.

Dia juga memuji kepemimpinan Presiden Paul Kagame dari Rwanda, Presiden Mahamadou Issoufou dari Nigeria dan Ketua Komisi Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat, yang memimpin proses untuk perjanjian tersebut.

Menurut Komisi Ekonomi PBB untuk Afrika (UN Economic Commission for Africa -ECA), kelompok pengembangan Organisasi di kawasan itu, perjanjian itu memiliki potensi untuk mendorong perdagangan intra-Afrika sebesar 52,3 persen, dengan menghilangkan bea impor, dan menggandakan perdagangan ini jika  hambatan-hambatan non tarif (non-tariff barriers) juga berkurang.

Diharapkan bahwa penerima manfaat utama dari Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Area) adalah usaha kecil dan menengah Afrika, yang mencakup 80 persen dari bisnis di kawasan itu; perempuan, yang mewakili 70 persen dari pedagang lintas batas informal; dan para pemuda, yang akan dapat menemukan peluang kerja baru. (*)

Komentar

Berita Terbaru