oleh

Pemasangan Kabel PLN di Langsa, Rusak Fasilitas Umum 

PENANEGERI, Langsa – Pemasangan jaringan kabel PLN di Kota Langsa, yang dikerjakan oleh pihak rekanan, dibeberapa ruas jalan seperti Jalan Sudirman dan Jalan Teuku Umar, telah merusak sejumlah fasilitas umum lainnya.

Amatan Penanegeri.com, Sabtu (4/8) terlihat bekas penggalian untuk pemasangan jaringan kabel PLN, tidak dirapikan atau ditata kembali, dan bahkan banyak merusak beberapa aset Pemerintah Kota (Pemko) Langsa, sepeti trotoar serta limbah dari penggalian itu berserakan, sehingga membuat jalanan kotor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa, Umar didampingi Mandor Taman, Agus Setiawan, kepada Penanegeri.com, Sabtu (4/8) sangat menyesalkan pekerjaan pemasangan jaringan kabel PLN tersebut, yang telah merusak sejumlah aset Pemko Langsa.

Ia menjelaskan, apakah pekerjaan itu ada izin atau tidak, pihaknya tidak mengetahui. Namun, yang pasti jikapun ada izin, pekerjaan pemasangan kabel itu telah menganggu ketertiban umum dan tidak sesuai dengan aturan Qanun Kota Langsa, Nomor : 2 Tahun 2014, tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Pihaknya sudah pernah memberi peringatan secara lisan kepada rekanan PLN, agar saat mengerjakan penggalian kabel tidak merusak fasilitas lainnya. Tapi, mereka tetap membandel dan masih mengerjakannya dengan merusak aset milik Pemko Langsa.

Baca Juga  Pemko Langsa Ajukan Kasasi, Terkait Gugatan Tanah TPA

“Kita sudah sampaikan secara lisan kepada pihak rekanan, agara berkoordinasi terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan tersebut. Sehingga tidak ada fasilitas umum yang rusak, tapi mereka tidak mau berkoordinasi seperti sekarang ini,” ucapnya kesal.

Dampak pemasangan kabel PLN
(Penanegeri/M Rizal) : Fasilitas umum rusak akibat pengerjaan pemasangan kabel PLN di Jalan T Umar, Sabtu (4/8).

Ironisnya, mereka telah membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa akan selalu berkoordinasi dan tidak merusak fasilitas umum. Tapi, nyatanya pekerjaan sudah dilakukan, namun koordinasi tidak pernah ada.

Lanjut Umar, koordinasi yang dilakukan, bukan berarti mereka (rekanan) memberikan uang dan kami pun tidak ada niat untuk meminta hal itu. Namun, koordinasi yang dimaksud adalah, jika ada pekerjaan yang mengenai fasilitas umum, maka akan kita carikan solusinya, bukan seperti ini yang telah dirusak oleh mereka.

“Kami tidak menghalang-halangi, siapapun yang akan melakukan pembangunan di Kota Langsa. Tapi, jangan juga karena ingin membangun fasilitas umum, malah merusak fasilitas umum lainnya.  Kita minta kepada semua pihak untuk sama-sama saling menjaga aset daerah yang sudah dibangun. Karena, untuk membangun fasilitas itu membutuhkan uang yang cukup besar,” timpal Agus Mandor panggilan akrab Agus Setiawan.

Baca Juga  Pasca Angin Kencang, 32 Unit Rumah dan 1 Dayah Rusak

Pengawas PT. Mitra Usaha Kreasindo, yang mengerjakan proyek tersebut, M.Yusuf, ketika dihubungi Penanegeri.com melalui telepon seluler menjelaskan, bahwa pekerjaan itu belum selesai semuanya, dan jika sudah selesai, maka tanah dari penggalian itu akan diratakan kembali menggunakan mesin compact.

Sementara, terkait dengan fasilitas milik Pemko Langsa yang rusak akan diperbaiki.

“Kita komitmen sesuai dengan surat pernyataan yang telah kita buat,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru