oleh

Pembangunan Rumah Rusak Akibat Gempa di Samalanga Bireuen Baru Berjalan 60 Persen

PENANEGERI, Bireuen – Pelaksanaan pembangunan rumah rusak akibat gempa di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan sejak pertengahan Agustus 2018 lalu, baru berjalan 60 persen.

Berdasarkan data, rumah rusak akibat gempa terdapat 142 unit dan tersebar di 21 Gampong di Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam, Bireuen.

Pembangunan rumah bantuan untuk korban gempa di Samalanga, Bireuen yang rusak dibutuhkan Rp 6 miliar, untuk rumah rusak berat menelan anggaran Rp 85 juta dan untuk rumah rusak sedang menelan anggran Rp20 juta per unit.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Muhammad Nasir SP kepada Penanegeri.com, Sabtu (10/11) mengatakan, pembangunan rumah rusak berat dikerjakan dari pondasi dasar, dan dikerjakan masing-masing kelompok masyarakat sudah perampungan atap serta memplaster dinding.

“Untuk saat ini sedang dirampungkannya pemasangan lantai keramik dan pekerjaan lainnya, diprediksi segera siap dan bisa ditempati warga yang rumah rusak berat,” katanya.

Sedangkan rumah rehab dengan kondisi rusak sedang, tambah Muhammad Nasir, sebagian besar sudah rampung dikerjakan, hanya bebarapa pengerjaan akhir dan ditargetkan rampung paling lambat akhir November ini,” terangnya.

Sesuai laporan tim lapangan dan pemantauan, kata Muhammad Nasir, pelaksanaan proyek tersebut ditangani masing-masing kelompok masyarakat tetap berjalan lancar, belum adanya kendala.

Selama rehab dan rekon ini, setiap gampong dibentuk sebelas kelompok dengan anggota seluruhnya 180 korban yang rumahnya rusak. Untuk anggaran dikucurkan tiga tahap. Tahap pertama 40 persen, lalu tahap kedua dan ketiga masing-masing 30 persen.

“Sekarang ini sedang proses kucuran anggaran tahap III sebesar 30 persen, dan seluruh kelompok sudah mengajukan hanya menunggu proses pencarian. Sementara pekerjaan tetap diawasi tim serta unsur Muspika setempat,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru