oleh

Pemberontak Suriah dapat Tambahan pasokan Senjata dari Amerika

PENANEGERI, Desk Internasional- Pemberontak Suriah mengatakan bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah mengirim lebih banyak senjata untuk membantu pemberontak Suriah.

Bantuan senjata dari Amerika Serikat dan sekutunya pada pemberontak Suriah ini untuk menangkal pergerakan milisi yang didukung Iran.

Iran sendiri tengah terus berusaha untuk mendapatkan pengaruhnya di wilayah Irak, Suriah dan Lebanon, menjadikan ketegangan makin meningkat di wilayah tenggara Suriah.

Sementara di Irak, Amerika Serikat telah berjuang bersama pasukan pemerintah Irak  dan milisi Syiah melawan ISIL/ISIS.

Kemudian di Suriah, Amerika mendukung pemberontak untuk melawan tentara pemerintah Bashar al Assad yang didukung Iran.

Beberapa kelompok pemberontak yang berperang di bawah panji Free Syrian Army (FSA) beroperasi di wilayah Badia yang jarang penduduknya, di mana mereka merebut wilayah ini dari ISIL/ISIS tahun ini. Serangan udara AS pada 18 Mei menargetkan milisi yang didukung Iran yang telah pindah ke daerah Badia tersebut.

Juga di bulan Mei, Damaskus mengumumkan prioritas atas wilayah Badia dan Deir Az Zor dalam pergerakan pasukan untuk membangun kembali pemerintahan Suriah, yang telah hancur oleh enam tahun perang yang telah menewaskan ratusan ribu orang.

Baca Juga  PBB Tuntut Akses ke Tempat yang diduga Lokasi Serangan Kimia di Suriah

Pemerintah Suriah dibantu oleh Iran dan Rusia, sementara pihak oposisi (pemberontak) telah dibantu oleh pihak Amerika dan negara-negara sekutu yang menentang Bashar al Assad.

Milisi Kurdi juga dapat bantuan Senjata AS

Juru bicara Pentagon Mayor Adrian Rankine-Galloway mengatakan bahwa pejuang Kurdi telah menerima senjata dan kendaraan kecil dari militer AS.

Senjata tersebut bertujuan untuk membantu mereka mengusir ISIS dari kota Raqqa.

Donald Trump bulan ini menyetujui mempersenjatai pejuang dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG),  hal ini pun menimbulkan kecaman dari Turki.

Turki memandang pemberontak Kurdi sebagai teroris dan ingin menghentikan mereka mengambil alih wilayah di Suriah. Turki khawatir bahwa senjata tersebut akan jatuh pula di tangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok yang telah melawan pemerintah Turki selama beberapa dekade.

Pentagon sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya “sangat sadar” akan kekhawatiran Turki, dan bahwa AS tetap berkomitmen untuk “melindungi sekutu NATO kami”.

Namun, AS percaya bahwa elemen Kurdi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) akan sangat penting bagi pembebasan kota Raqqa.

Baca Juga  Pengungsi Suriah Tewas pada Suhu Beku Saat Menyeberang ke Lebanon

AS sebelumnya telah memasok senjata ringan dan kendaraan lapis baja ke elemen  SDF, yang dikenal sebagai Koalisi Arab-Suriah.

Turki belum berkomentar secara terbuka tentang dimulainya kiriman senjata pada milisi Kurdi yang diumumkan pada hari Selasa (30/5).
Ketentuan tersebut termasuk AK-47 dan senapan mesin kaliber kecil, menurut kantor berita AFP.

Turki meluncurkan serangannya sendiri Agustus lalu untuk menghalau militan ISIS menjauh dari perbatasannya dan juga untuk menghentikan kemajuan milisi Kurdi lokal. (*)

Komentar

Berita Terbaru