oleh

Pembunuh 1 Keluarga di Makassar Diperintah Bandar Narkoba di Lapas

PENANEGERI, Makassar – 1 Keluarga yang berjumlah 6 orang di Makassar tewas dengan cara dibakar oleh sekelompok pemuda. Para pelaku diperintahkan oleh seorang bandar narkoba dari dalam lapas.

Peristiwa yang menimpa Abdul Aziz (62) dan lima orang anggota keluarganya, sungguh tragis. Mereka tewas setelah rumah kediamannya dibakar sejumlah pemuda.

Para pelaku diduga disuruh seorang bandar narkoba, yang masih mendekam di dalam penjara.

Dari hasil penyelidikan Kepolisian, diketahui kasus itu karena salah seorang anggota keluarga Abdul Aziz, terlibat utang dengan bandar narkoba tersebut.

Aksi pembakaran rumah itu sendiri terjadi pada Senin 5 Agustus 2018 lalu.

Ketika itu, kediaman Abdul Aziz yang berada di Jalan Tinumbu, Makassar, Sulewesi Selatan, musnah setelah dilalap api. Aziz bersama lima anggota keluarganya, tewas terbakar dalam kejadian itu.

Mereka yang tewas adalah suami isteri Sanusi (70) dan Bondeng (65), anaknya Musdalifa (30), Fahril (24) dan Namira (24), serta cucunya Hijas yang masih berusia 2,5 tahun.

Aksi pembakaran itu, kemudian terungkap setelah pihak keluarga melaporkan ke Kepolisian, karena merasa ada yang janggal dalam kejadian itu.

Mereka menduga, kebakaran itu karena ada perselisihan antarpemuda dan terkait utang piutang.

Seperti dilansir detik.com, utang piutang itu terkait soal narkoba.

“Rumahnya dibakar pelaku berinisial An,” ungkap Kapolrestabes Makasssar, Kombes Pol Irwan Anwar, Minggu 12 Agutus 2018.

Petugas pun bergerak. Sejumlah rekan An yang diduga ikut terlibat dalam pembakaran itu, langsung diamankan. Mereka adalah Wa, Hae dan Ris. Sedangkan satu pelaku lainnya berinsial Rah, masih buron.

Menurut Kombes Irwan Anwar, aksi pembakaran dilakukan An atas suruhan Da yang diketahui sebagai bandar narkoba dan saat ini masih ditahan di Lapas Kelas I Makassar.

Sebelum kejadian itu, salah seorang korban, yakni Fahril, sempat berselisih dengan beberapa pemuda. Dia diminta untuk melunasi utangnya yang berjumlah jutaan rupiah.

Belakangan terungkap, Fahri yang merupakan anak dari Haji Sanusi dan Bondeng diketahui memiliki utang jutaan rupiah karena memesan narkoba kepada Da.

Karena tidak kunjung membayar utangnya, Da meminta An datang menagih dan juga memerintahkan untuk membakar rumah korban.

“Kita berkoordinasi dengan pihak Lapas dan ditemukan timbangan narkotika. Kemudian ditemukan ada empat HP,” tambah lagi.

Saat ini, An beserta sejumlah rekannya masih menjalani proses hukum di Mapolrestabes Makassar.

“Itulah kemudian menjadi penyebab mengapa yang bersangkutan (Da) menyuruh melakukan pembakaran. Karena almarhum Fahri tidak membayar narkotika yang diambil dari tersangka Akbar Ampuh sebanyak 9 paket,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar di Makassar, Sulsel, Minggu (12/8/2018).

Fahri yang merupakan anak dari Haji Sanusi dan Bondeng diketahui memiliki utang jutaan rupiah karena memesan narkoba kepada Da.

Karena tidak kunjung membayar utangnya, Da lalu meminta kepada An untuk datang menagih dan juga memerintahkan untuk membakar rumah korban. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru