oleh

Pemerintah Suriah dan Rusia Kecam serangan Koalisi AS di Tanf

PENANEGERI, Desk Internasional- Serangan udara koalisi pimpinan AS yang yang ditujukan pada pasukan pro-Suriah, dikecam oleh pemerintah Syria (Suriah) dan Russia.

Suriah dan sekutunya Rusia, telah mengecam serangan udara koalisi pimpinan AS yang dilancarkan terhadap pasukan pemerintah pro-Suriah di daerah gurun At-Tanf dekat perbatasan negara itu dengan Yordania dan Irak.

Jet tempur koalisi pada hari Kamis (18/4) melakukan serangan sebuah konvoi tentara dibawah kendali pemerintahan Bashar Hafizh Al Assad yang bergerak maju di dalam zona “dekonfliksi” yang dilindungi di barat laut kota selatan At Tanf.

Amerika yang memimpin serangan udara di Suriah yang menargetkan kelompok-kelompok seperti Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS), mengatakan bahwa gerak maju konvoi tentara Syria tersebut telah menjadi ancaman bagi pasukan pemberontak Suriah yang didukung AS dan koalisi.

Rusia, yang telah meluncurkan serangan udara sendiri pada bulan September 2015 untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, menyebut serangan tersebut “sebuah pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah”.

Baca Juga  Salah sasaran, 18 Personil SDF tewas karena Serangan Udara Koalisi AS

“Tindakan seperti itu yang dilakukan terhadap angkatan bersenjata Suriah … sama sekali tidak dapat diterima,” Gennady Gatilov, wakil menteri luar negeri Rusia, seperti dikutip oleh kantor berita RIA Novosti yang pada hari Jumat (19/5).

Seorang anggota pasukan pemberontak Suriah yang didukung AS mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa konvoi tersebut terdiri dari milisi yang didukung Suriah dan Iran dan menuju ke pangkalan Tanf, di mana pasukan khusus AS mengoperasikan dan melatih pemberontak Tentara Pembebasan Suriah.

Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), mengatakan setidaknya delapan orang tewas dalam serangan tersebut.

“Sebagian besar yang tewas termasuk milisi yang setia kepada pemerintahan Suriah dan bukan orang Syria,” katanya kepada kantor berita DPA.

SOHR, sebuah perkembangan pemantauan monitor yang berbasis di Inggris dalam konflik yang berlangsung lama di Suriah melalui jaringan kontak di lapangan, juga mengatakan bahwa empat kendaraan militer yang membawa pasukan pro-pemerintah dan sekutu mereka hancur dalam pemogokan tersebut.

Baca Juga  Bom Bunuh Diri meledak pada Konvoi Bus di Syria

Wilayah Tanf adalah bagian dari wilayah yang dikenal sebagai Badia, yang terdiri dari wilayah gurun yang luas dan jarang penduduknya yang membentang sampai ke perbatasan Yordania dan Irak dan dinyatakan sebagai prioritas militer oleh menteri luar negeri Suriah pada awal Mei. (*)

Komentar

Berita Terbaru