oleh

Pemilik First Travel Ditangkap

PENANEGERI, Jakarta – Pihak Kepolisian RI dalam hal ini Badan Reserse Kriminal Polri menangkap pemilik penyedia jasa umrah First Travel atas nama Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan.

Suami-istri itu ditangkap karena diduga menipu calon jemaah umrah.

“Pelaku menjanjikan dengan cara menawarkan biaya umrah,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, Kamis (10/8).

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri menangkap Andika Surachman dan Annisa Hasibuan. Keduanya merupakan direktur utama dan direktur PT First Anugerah Karya Wisata, atau First Travel, untuk kasus penipuan perjalanan ibadah umrah.

“Penyidik Dit-Tipidum Bareskrim Polri menangkap Saudara Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan. Keduanya merupakan Dirut dan Direktur First Travel,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Martinus Sitompul dalam keterangan persnya Kamis (10/8).

Kabag Penum Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul dalam keterangannya, Kamis (10/8) mengatakan, keduanya ditangkap pada Rabu (9/8), di kompleks perkantoran Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

Baca Juga  Sekelompok WNA Digerebek, Diduga Pelaku Penipuan Siber

“Kedua tersangka ditangkap di kompleks perkantoran Kemenag setelah melaksanakan konferensi pers, sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar Kombes Martinus.

Kombes Martinus mengatakan, keduanya dijerat Pasal 55 juncto Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelum ditangkap, pemilik First Travel, Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman, bersama kuasa hukumnya mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Pejambon, Jakarta Pusat.

“Modus operandinya, pelaku menjanjikan dengan cara menawarkan biaya umrah,” jelas Kombes Martinus. Dalam kasus ini polisi juga telah memeriksa 11 orang saksi, yang terdiri dari agen dan para jemaah.

Kedua tersangka yakni Andika dan Anniesa ditangkap atas dugaan penipuan dan pemberian janji pemberangkatan ibadah umrah dengan biaya murah yang tidak kunjung terlaksana. Keduanya dikenai Pasal 55 jo Pasal 378, 372 KUHP dan UU Nomor 19/2016 tentang ITE.

Jemaah umrah melaporkan Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan sebagai pemilik First Travel ke Bareskrim pada Jumat 4 Agustus 2017. Mereka mengaku kecewa karena First Travel tak kunjung memastikan tanggal keberangkatan ke Tanah Suci. Padahal, mereka telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah ke First Travel sejak 2015.

Baca Juga  Sekelompok WNA Digerebek, Diduga Pelaku Penipuan Siber

Polisi juga sudah memeriksa saksi-saksi terkait kasus ini sebanyak 11 orang, terdiri atas agen dan jemaah umrah yang gagal  berangkat.

Sebelumnya telah dikeluarkan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 589 Tahun 2107 pada 1 Agustus 2017. Isinya, izin PT First Travel sebagai penyelenggara ibadah umrah dicabut. (*)

Komentar

Berita Terbaru